Menanti Kegarangan Komisi C DPRD Flotim Menyibak Kontributor Terblokirnya DAK NF

Foto bersama Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur dengan ke-21 Kepala Puskesmas Flores Timur usai RDP, pada Jumad, 7 Januari 2022 . Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Berkat perjuangan Pimpinan Puskesmas se-kabupaten Flores Timur di tanggal 23 Desember 2021 itu, misteri keterlambatan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan triwulan 3 dan 4 Tahun Anggaran 2021, tersibak !

Berbeda dengan sikap Induk Semang mereka (Dinas Kesehatan) yang tenang-tenang saja akan kenyataan belum tercairnya anggaran DAK NF bagi Puskesmas dan Bidang pada Dinkes, keheranan terhadap kenyataan yang tidak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya itu, mendorong ke-21 Kepala Puskesmas untuk mencari sebab serta mencari jawaban.

Sebagaimana yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi C DPRD Flotim bersama ke-21 Kepala Puskesmas , Jumad,7 Januari 2022, alergi terhadap jawaban “tinggal tunggu waktu !” yang selalu tersampaikan pihak dinas, maka Stefanus Lamabelawa (Kepala Puskesmas Waiklibang ), Andreas Sadipun (Kepala Puskesmas Demong Pagong ), dan Elias Sayang Hala (Kepala Puskesmas Lewolema) yang terutus mewakili ke-21 Kepala Puskesmas di Flotim itu, lantas menanyakan ihkwal keterlambatan itu pada pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) Flotim.

Kerinduan mereka akan jawaban gembira di penghujung Tahun 2021 itu pun pupus seiring jawaban dana tersebut telah terblokir Pemerintah Pusat !

Bayangan mereka terhadap utang pihak ketiga dan hak-hak pengabdian yang telah terlaksanakan barisan nakes di kegiatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, anak usia SD, anak usia produktif,lansia,penderita hipertensi, penderita TBC, penderita HIV-AIDS, gisi masyarakat, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, survelance, ODGJ, penanggulangan penyakit menular dan penyakit tidak menular, masyarakt terdampak bencana seperti Covid-19, jampersal serta mengoperasikan kehidupan puskesmas yang terbiayai dari BOK-DAK NF itu spontan merontokkan semangat mereka .

Dimanakah Peran Koordinatif Elite Dinkes Terhadap Pengelolaan Keuangan ?

Adalah Andreas Sadipun, Kepala Puskesmas Demong Pagong, tanpa tendeng aling-aling mengungkapkan kepada warga Komisi C DPRD Flotim di RDP tersebut, kalau dirinya sangat meragukan jawaban pimpinan dinkes Flotim dalam rapat mereka pasca kemelut itu terjadi ,menjawabi pertanyaanya tentang seperti apa jalinan koordinasi pimpinan dinas ke BKD terkait anggaran OPD ?

Walau tidak membeberkan seperti apa jawaban yang membuatnya ragu itu, Andreas Sadipun lalu menggerogoti  kembali menggerogoti nurani warga pimpinan Ignas Uran itu, dengan pertanyaan sederhananya,, seperti apakah pengawasan legislatif (Komisi C) yang bermitra dengan OPD dinkes terhadap pengelolaan keuangan Negara dan Daerah yang teralokir pada OPD dinkes Flotim itu ?

Lontaran ‘kutukan’ terhadap buruknya kinerja pengelolaan keuangan pada dinkes dan Pemerintah Daerah Flotim pun terluncurkan  membahana oleh Ignas Uran, Muhammad Mahlim, Abdul Wahab Saleh, Yono Ola Tobi, Adrianus Sintu Kelen, dan Muhidin Demon Sabon (warga Komisi C ) usai mendengar bentangan kronologis dan gambaran umum pelayanan yang dibiayai dana BOK-DAK NF, serta ruang-ruang kewajiban unit kerja puskesmas  terkait pemanfaatan dana tersebut .

Dedikasi yang terabaikan oleh Pemda Flotim, demikianlah Adrianus Sintu Kelen, anggota Komisi C asal Fraksi Partai Golkar itu  menggetarkan ruangan tempat RDP, mengutuk pembiaran pemanfaatan 15,6 milyar sisa anggaran yang diberikan negara itu disaat PAD sedang merosot.

Terlepas dari kegarangan barisan Komisi C pada RDP tersebut, namun ke-21 pimpinan puskesmas itu sedang berharap penuh akan datangnya anggaran  BOK triwulan 3 dan 4 itu.Sesegera mungkin,tentunya !

Mengapa demikian ? Dampak dari pemblokiran tersebut, enam (6) milyar lebih total utang yang harus terpikulkan ke-21 puskesmas membarengi kerja pelayanan tanpa biaya operasional di awal Tahun 2022 ini, seperti yang terlitanikan Kapusk Waiklibang, Stefanus Lamabelawa. Kapusk Oka, Berdete T.Kerans , Andreas Sadipun,Kapusk Demong Pagong, dan Elias Sayang Hala, Kapusk Lewolema.

Untung ada gerakan dari lini Puskesmas hingga tabir terblokirnya Rp.15.215.612.000 sisa DAK NF Bidang Kesehatan  TA 2021 tersebut tersibak. Bahkan berkat ‘endusan’ ketiga utusan Kepala Puskesmas itu, terkuak pula sisa anggaran DAK NF tahap I sebesar 3 milyar lebih.

Menjelang tutup Tahun 2021, anggaran tersebut lalu pontang-panting terurus Bagian Keuangan dinkes, untuk meringankan sedikit beban utang Puskesmas (20 persen per puskesmas ). Sedikit bagian dari porsi anggaran tersebut pun turut meringankan beban utang pada Bidang pengelolah DAK NF Dinkes.

Sambil menanti  perjuangan Pemerintah Daerah Flotim untuk menyelesaikan persoalan tersebut, namun penelusuran terhadap kontributor  pemblokiran DAK NF triwulan 3 dan 4 sebagaimana komitmen yang terlantangkan Ignas Uran dan barisannya, sangat dinantikan publik Flotim saat ini ! *(Emnir)..

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment