Tertembus Anak Panah, Korban Pertikaian Di Waiwerang  Dirujuk Ke RSUD Larantuka

IA (16), siswa Kelas VIII di salah satu SMP di Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur-NTT tertembus anak panah dalam pertikaian antara sekelompok warga Kampung Baru dan Wotan, Kamis (7/10 ) . Foto : BNN/hms.polres Flt.doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Setelah mendapat penanganan medis di Puskesmas Baniona, IA (16) seorang pelajar  yang bahunya tertembus panah pada peristiwa  pertikaian antara sekelompok warga Kampung Baru dan Wotan, Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur-NTT, Kamis (7/10), di rujuk ke RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka.

Direktur RSUD dr.Hendrikus Fernandez-Larantuka, dr,Sanny,SE yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Informasi, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Rekam Medik, dr.Paulus Lameng, MPH, membenarkan adanya  rujukan tersebut.

“Iya,benar,tadi, menjelang pukul 14.00 wita,kami menerima seorang pasien rujukan dari PKM Baniona, berusia 16 tahun, berjenis  kelamin laki-laki. Rujukannya adalah luka tusuk-tembus karena anak panah pada bahu bagian kiri (anak panah masih tertancap). Ketika tiba tadi, tim  medis di unit IGD langsung memberikan penanganan awal  seperti pemberian obat anti nyeri, antibiotik, dan anti tetanus serta diikuti dengan penanganan lanjutannya. Menurut rencana, malam ini,akan dilaksanakan operasi untuk mengeluarkn anak panah tersebut.” jelas  dr.Paul Lameng.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, akibat pertikaian tersebut dua orang tertancap anak panah.

Selain seorang anak remaja (siswa di sebuah SMP di Kelurahan Waiwerang) yang tertembus anak panah pada bahu kirinya, seorang  anggota Polsek Adonara Timur  pun tertancap anak panah pada kaki kanannya (tulang kering). Anggota tersebut pun langsung dilarikan ke Puskesmas Wawerang  untuk mendapat penanganan medis.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment