Kandas Di Pansus, Sukses Di Gabungan Komisi, Adakah Hubungannya Dengan Amplop Itu ?

Situasi Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Flores Timur terkait penelusuran pemanfataan anggaran penanganan Covid-19 Tahun 2020,Hari Kedua .Foto : BNN/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Informasi  tentang pembagian amplop yang berisikan uang dengan besaran Rp 500.000  ke anggota DPRD Kabupaten Flores Timur belum lama ini,pun ramai tercakapkan publik Flotim.

Baik oleh warga-net maupun di percakapan face to face, kabar tersebut lalu dikait-kaitkan sebagai bentuk penyogokan untuk mengkanvaskan perjuangan  kelompok 16 anggota DPRD Flotim yang menghendaki penelusuran pemanfaatan dana Covid-19 Tahun 2020 melalui ruang Pansus DPRD Flotim. Benarkah demikian ?

Seiring dengan pengaminan anggota Banmus DPRD Kabupaten Flotim ( yang didalamnya termasuk anggota DPRD dari kelompok penggagas Pansus dana Covid ) tatkala menetapkan jadwal persidangan penelusuran anggaran penanganan Covid-19  tersebut pada ruang rapat kerja gabungan komisi DPRD Flotim, misteri tentang amplop putih itu pun deras digelindingkan ke ruang publik.

“Memang benar kami mendapat amplop yang berisi uang Rp 500.000. Uang tersebut adalah uang pengganti biaya makan minum di persidangan pertanggungjawaban Bupati Flores Timur terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 lalu. Tak ada kaitannya dengan urusan penelusuran dana Covid ini. Dan memang, uang itu untuk semua kami, ke-30 anggota dewan ini. Bahwa kemudian ada anggota DPRD yang mengembalikannya dengan alasan nominalnya  terlalu kecil atau apa, itu urusan mereka. Tapi jujur, uang tersebut adalah uang pengganti biaya makan minum dalam rapat yang sudah kami laksanakan pada dua bulan sebelumnya, dan sungguh-sungguh tidak ada kaitannya dengan urusan penelusuran pemanfaatan dana Covid-19 Tahun 2020 ini !”ungkap beberapa anggota DPRD .

Lantas kenapa ramai terpublish dengan aneka bumbu penyedap itu ?

Kondisi itu ditengarai terpicu dari kecilnya nominal  yang terisikan dalam amplop itu. Tambah pula, jumlah amplop yang telah dikondisikan pihak setwan berdasarkan  jumlah anggota setiap fraksi itu, ternyata tak utuh (genap)  disaat pembagiannya.

Bahkan ramai tertuturkan pula dikalangan DPRD Flotim , ada anggota DPRD yang langsung menyelutuk  “kog kita hanya dihargai dengan Rp 500.000 ini ? ” sambil mengembalikan amplop yang diterimanya itu.

Bersamaan dengan ‘perseteruan’  pasca Ketua DPRD Flotim mengetuk palu melanjutkan penelusuran pemanfaatan dana Covid-19 Tahun 2020 itu melalui ruang rapat kerja gabungan komisi, isu  bagi-bagi amplop tadi pun digelindingkan ke ruang publik  dengan tudingan yang dipersedap bumbu sebagai bentuk penyogokan untuk memuluskan rapat kerja gabungan komisi tersebut.

“Unsur kebetulan, amplop yang berisikan uang Rp. 500.000  yang pada dasarnya adalah uang pengganti makan minum kami di rapat terdahulu dan yang peruntukkannya untuk semua anggota dewan itu, tergelinding ke areal publik distuasi kemarin yang sedang memans itu. Sehingga kesannya seolah-olah kami disogok untuk membatalkan Pansus. Padahalnya kisah uang itu adalah sebagaimana yang saya dan teman-teman kisahkan tadi. Dan gelindingan informasi yang terwartakan lewat medsos maupun percakapan lisan di alam nyata itu, lalu tertelan mentah oleh para nitizen dan warga,yang kemudian membabi buta berkomentar menuding anggota DPRD Flotim disogok dengan uang Rp 500.000itu .” kisah beberapa penghuni Balai Gelekat Lewotanah periode 2019-2024 itu.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, agenda persidangan penelusuran pemanfaatan dana Covid-19 Tahun 2020 pun akhirnya terselesaikan oleh Gabungan Komisi DPRD Flotim melalui rapat kerja gabungan komisi. Penyampaian rekomendasi dan penyerahan rekomendasi hasil dari aktivitas pelacakan tersebut pun telah dilaksanakan dalam persidangan di Rabu (15/9).

OPD DInas Perkebunan dan Peternakan dan OPD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) direkomendasikan Lembaga DPRD Kabupaten Flotim untuk mendapat pendalaman lebih lanjut dari pihak BPK RI Perwakilan NTT dalam ruang audit investigasi.(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment