Seorang Peserta CPNS Di Flotim Kecewa, Kerjakan Soal Tanpa Sambungan Server

Maria Elisabet H.Tupen, peserta CPNS Tahun 2021 tingkat Kabupaten Flores Timur yang mengerjakan soal dengan lampu indikator computer bernyala Merah. Foto : BNN/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Semangat juang yang telah dimantapkan Maria Elisabeth Hodun Tupen,seorang peserta ujian CPNS di Kabupaten Flores Timur-NTT, untuk memenangkan pertarungan meraih kuota formasi CPNS yang diikutinya dalam  seleksi CPNS Tahun 2021 tingkat Kabupaten Flores Timur, Sabtu (11/9), mendadak layu dalam ruangan ujian akibat persoalan teknis pada perangkat.

Lampu indikator  pada peralatan Computer Assisted Test (CAT) yang digunakannya itu, mendadak berubah ke warna merah tatkala dirinya hendak menambah nilai 20 yang teraihnya pada soal nomor 1- 13 itu. Lanjutan konsentrasi yang dikerahkannya pada soal ujian nomor 14 hingga 100 itu, berakhir tanpa konektivitas server.

Mengalami kondisi tersebut, Maria Elisabet Hodun Tupen langsung menyampaikannya kepada panitia seleksi CPNS BKN yang mengawasi pelaksanaan ujian dalam ruangan tersebut.

Kepada  Maria Elisabet,panitia seleksi BKN itu mengarahkannya untuk tetap meng-klik perangkat yang digunakannya itu.

“Saya mengerjakan soal ujian dari nomor 1 sampai nomor 13 dengan baik-baik saja.Saat mau klik ke soal ujian nomor14,komputer saya eror.Saya angkat tangan beri isyarat kepada petugas BKN yang mengawas pelaksanaan ujian di ruangan kami itu, dan petugas tersebut pun datang menghampiri saya.Saya sampaikan tentang persoalan perangkat saya itu,dan petugas itu arahkan saya untuk klik terus .”tutur Maria Elisabet Tupen yang dikonfirmasi wartawan usai dirinya mengikuti ujian.

Dirinya pun mengikuti instruksi atau arahan tersebut.Kesiapan hati dan batin yang telah disiapkannya untuk mengikuti jadwal ujian tersebut pun mulai goyah beraduk dalam kegundahan yang terus berkecamuk !

 Lampu indikator pada perangkatnya itu tak kunjung berganti biru. Bahkan hingga menyelesaikan soal ujian di nomor terakhir (nomor100) konektivitas computer ke server masih memperlihatkan warna merah !

“Saya pun mengikuti arahan itu.Namun setelah saya klik, lampunya tetap berwarna merah.Itu berarti perangkat saya tidak tersambung dengan server.Saya komplain lagi,namun tetap mendapat jawaban yang sama.Saya diarahkan untuk tetap melanjutkan  menyelesaikan soal-soal itu.Saya bahkan bertanya,bagaimana kalau  soal-soal yang saya kerjakan ini tidak dapat nilai  alias nol karena jawaban saya pada soal ke-14 sampai 100 ini tidak terekam di server ? Tak ada jawaban solutif, selain mengarahkan saya untuk tetap mengerjakannya.”ungkap Maria Elisabet penuh kecewa.

Usai  mengikuti ujian tersebut, dirinya pun kembali mengadukan masalah yang dihadapinya kepada Panitia Seleksi CPNS tingkat Kabupaten Flores Timur.Lagi-lagi,Maria Elisabet Hodun Tupen mendapat jawaban yang semakin melayukan semangatnya.

“Kata Panitia CPNS dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Flotim, kasus yang saya hadapi ini, bukan rananya mereka namun itu rananya Panitia dari BKN.Saya sangat kecewa dengan jawaban itu.Yang siapkan fasilitas semuanya itu, termasuk koneksi ke server induk seleksi CPNS itu, Panitia Flotim atau BKN ?Saya  sangat-sangat kecewa !”tandasnya.

Secara terpisah,Kepala BKPSDMD Kabupaten Flores Timur, Rufus Koda Teluma terkait persoalan tersebut mengakui pihaknya telah membangun koordinasi dengan tim panitia seleksi CPNS BKN yang bertugas mengawasi pelaksanaan ujian CPNS di Kabupaten Flotim itu.

Kata mereka, sesuai prosedur dalam seleksi CPNS dimana ada peserta ujian yang merasa dirugikan , harus segera membuat pengaduan tertulis kepada Panitia Seleksi CPNS Nasional (PanselNas) di Jakarta untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut.

Panitia Seleksi CPNS tingkat Kabupaten disaat pelaksanaan ujian tersebut,demikian penjelasan Rufus Koda Teluma, hanya memfasilitasi  aspek- luarnya.Kami hanya berada di luar ruangan ujian.Di dalam ruangan ujian, itu kewenangan Pansel dari pusat.”jelas Rufus sembari mengharapkan agar peserta yang dirugikan tersebut dapat segera melayangkan laporn atau pengaduannya ke Panselnas CPNS.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment