Ada Tamu Spesial Di Acara Pelepasan Tukik Pokmaswas Pedan Wutun

Mantan Pejabat Lurah Ritaebang, Urbanus Torang Werang (kiri), menghadiri acara pelepasan tukik hasil penangkaran Pokmaswas Pedan Wutun, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, Jumad (6/8) . Foto : BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- Mantan Pejabat Lurah Ritaebang periode 2017-2019, Urbanus Torang Werang, menjadi tamu spesial di acara  pelepasan ke-87 tukik hasil penangkaran Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Pedan Wutun, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, Jumad (6/8) pukul 17.00 wita.

Kehadiran Kasie Pembedayaan Masyarakat pada Kantor Camat Solor Barat yang telah mengakhiri karir ASN-nya di 1 Agustus 2021 itu, sungguh menggembirakan warga Pokmaswas Pedan Wutun.

Momen tersebut  pun sontak berhiaskan luncuran kisah-kisah kenangan tentang awal mula rintisan  aktivitas  penyelamatan biota laut di wilayah Kelurahan Ritaebang itu.

Ketua Pokmaswas Pedan Wutun-Ritaebang, Kristoforus Kelan Werang dalam sambutannya diacara pelepasan 87 tukik hasil tetasan sarang telur penyu yang tertangkar di lokasi penangkaran mereka, mengaku sangat bangga atas kehadiran mantan Pejabat Lurah Ritebang itu.

“Kehadiran Pak Urbanus yang adalah tokoh perintis kehadiran Pokmaswas Pedan Wutun serta tokoh yang selalu mendukung kerja penyelamatan biota laut sewaktu menjabat sebagai Pejabat Lurah di Kelurahan kami ini di sore hari ini, sungguh menguatkan kami. Walau sudah pensiun, namun kehadiran beliau diacara pelepasan tukik kali ini, sebagai bukti dukungan nyata dirinya terhadap upaya konservasi dan perlindungan pelestarian biota laut di perairan Ritaebang ini. ”ungkap Kristo Werang seraya menyerahkan beberapa ekor tukik kepada Urbanus Werang yang mendampingi Sekcam Solor Barat, Beny Jawan untuk dilepaskan kembali ke laut.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, ketika tiba dilokasi penangkaran Telur Penyu Pokmaswas Pedan Wutun, Urbanus langsung mengitari penangkaran.

Dia memperhatikan secara saksama fisik penangkaran tersebut.Empat tahun sudah usia penangkaran tersebut !

Ekspresi harunya tak bisa disembunyikannya. ”Luar biasa, mereka bekerja dengan tulus ! Walau kondisi fisik penangkaran kini semakin reyot, namun warga Pokmaswas tetap melaksanakan aktivitas konservasi ini dengan penuh semangat. Tak mudah menemukan orang-orang seperti ini. Dan aktivitas seperti ini yang mestinya diteladani dan harus didukung !”ujar Urbanus Werang.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment