Akting Tifany Chandrarani yang memukau.

Denpasar – Prestasi cukup membanggakan ditorehkan oleh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Biner ITB STIKOM Bali. Anak-anak asuh Nyoman Ayu Nila Dewi, Tria Hikmah Fratiwi, Ida Ayu Mirah Cahya Dewi ini pada  21 Juli 2021 berhasil keluar sebagai Juara II dalam ajang  lomba Day’s of Law yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Denpasar.

Teater Biner mengikuti perlombaan kategori Drama Monolog yang diadakan secara offline bertempat di Gedung Widya Sabha Mandala Universitas Warmadewa. Drama Monolog merupakan pementasan teater yang percakapan dan seluruh karakter yang terdapat dalam cerita hanya dilakukan dan diperankan oleh satu orang tanpa ada peran pembantu lainnya.

Untuk lomba ini, Teater Biner mengadaptasi naskah Balada Sumarah karya Tentrem Lestari. Diperankan oleh Tifany Chandrarani dan dibantu oleh I Gede Bismanthara, Ridho Satria Ramadhan, I Putu Darma Putra, I Gusti Putu Bisma Suputra, dan Gede Mahesa Surya Narendra sebagai tim musik dan properti.

Balada Sumarah menceritakan tentang kesengsaraan sebuah keluarga yang terpaksa harus kehilangan kepala keluarganya karena dianggap sebagai anggota PKI dan diciduk oleh aparat. Secara keseluruhan naskah ini menceritakan perempuan Jawa pasca tragedi 1965 yang harus menanggung dosa turunan dan mendapatkan perlakukan diskriminasi, dirampas hak-hak kemanusiaannya, dan juga direndahkan martabatnya.

Balada Sumarah menceritakan bahwa Sulaiman, ayah dari Sumarah, dituduh sebagai antek-antek PKI karena menyetor gula ke koperasi PKI. Sumarah dan keluarga pun harus menanggung dosa itu selama hidupnya. Tokoh Sumarah digambarkan sebagai sosok perempuan yang kuat dan gigih, Sumarah merupakan lulusan sebuah SMA dengan predikat NEM tertinggi. Akan tetapi, Sumarah tidak mampu melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Tifany Chandrarani dan anggota UKM Teater Biner usai menerima piagam sebagai Juara II

Dengan predikat NEM tertinggipun Sumarah tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang layak karena terjegal oleh bayangan ayahnya yang tertuduh sebagai antek PKI. Sampai pada akhirnya Sumarah memutuskan untuk pergi menjadi TKW di Arab dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan serta ekonomi keluarganya. Tetapi semua mimpi itu kandas, karena Sumarahpun harus menerima siksaan oleh para majikannya. Naskah ini diakhiri dengan adegan hukuman mati terhadap Sumarah karena pemberontakaannya dengan membunuh majikan yang telah memperkosanya beserta seluruh keluarganya.

Dengan membawakan naskah Balada Sumarah, Teater Biner berhasil mendapatkan Juara II kategori Drama Monolog dalam Day’s of Law Fakultas Hukum Universitas Warmadewa. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment