Diberangkatkan Diam-Diam, Seorang Warga Solor Barat Meninggal Dunia Di Hari Terakhir Isolasi Mandiri

Kepala Puskesmas Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, Darius Sabon Ama. Foto : BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- “Menghilang’ dari hunian isolasi mandirinya di Desa Lewo Tanah Ole, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, AKK (74) yang terperiksa Rapid Antigen,Positif Covid-19 pada 13 Juli 2021 itu meninggal dunia di kediaman sanak keluarganya di kota Larantuka, Jumad (23/7). AAK menutup usia hidupnya di hitungan hari terakhir (hati ke-10) tahapan isolasi mandirinya.

Kabar tentang pemberangkatan AKK ke Larantuka  tersebut sungguh mengagetkan Tim Satgas Desa Lewo Tanah Ole.

Kepala Puskesmas Ritaebang, Darius Sabon Ama berdasarkan hasil koordinasi dengan Nakes di Desa Lewo Tanah Ole mengaku  kalau kepergian AAK itu tanpa sepengetahuan Nakes setempat.

“Entah kapan perginya, Nakes di sana tidak mengetahuinya. Menurut informasi, mama AAK dibawa oleh keluarganya ke Larantuka, padahalnya yang bersangkutan sedang dalam pemantauan tim Nakes kami dalam aktivitas isolasi mandiri itu.” ujar Darius Sabon Ama menyesalkan kondisi tersebut.

Walau menyesalkan kenyataan itu, namun pihaknya akan segera melakukan traking dan test terhadap warga yang berkontak erat dengan pasien tersebut.

Kekagetan serupa yang dibarengi dengan penyesalan  terhadap kondisi tersebut pun diungkapkan beberapa warga desa Lewo Tanah Ole.

“Tidak saja Tim Satgas, kami warga pun sangat kaget ketika mendengar kabar kalau mama AAK telah dibawa pergi ke Larantuka. Hampir semua warga di kampung ini tau kalau yang bersangkutan  sedang menjalani tahapan isolasi mandiri akibat positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Antigen di tanggal 13 Juli 2021 lalu oleh pihak Puskesmas Ritaebang. Semua kami kaget, bagaimana mungkin dia sedang dalam kondisi itu, namun dibawa pergi keluar desa tanpa sepengetahuan Satgas di desa ini, termasuk tidak diketahui Nakes ? Dan lebih mengagetkan lagi, kemarin sore kami dapat kabar kalau mama AKK itu meninggal dunia. Kekagetan  pun berubah jadi kepanikan lantaran meninggalnya di rumah keluarga, otomatis pemulasaran jenasah tidak melalui prosedur prokes Covid-19. Karena kondisinya seperti itu, maka pihak Pemdes lantas mengumumkan kepada warga agar  ketika melayat dan mengikuti pemakamam mama AAK, tetap dengan disiplin prokes.” ujar beberapa warga Desa Lewo Tanah Ole sembari  meminta identitas mereka tidak tersebutkan dalam pemberitaan ini.

Kisah AAK terperiksa Rapid Antigen, berawal dari hasil traking pihak Puskesmas Ritaebang terhadap warga yang berkontak erat dengan salah seorang pasien Covid-19 di desa tersebut.

Di Test Rapid Antigen pada tanggal 13 Juli 2021 itu, AAK dinyatakan Positif Covid-19 dan di arahkan untuk menjalani  tahapan isolasi mandiri di kediamannya.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment