Tidak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Anak Buah Zaenal Thayeb 

Yuri Pranatomo (kiri) didampingi pengacaranya saat menjalani sidang di PN Denpasar.(BNN/dok)

DENPASAR – Balinewnetwork.com | Yuri Pranatomo, terdakwa kasus dugaan mencantumkan keterangan palsu ke dalam akta otentik bernasib mujur. Pasalnya, usai dituntut hukuman penjara selama dua tahun penjara, pria yang disebut anak buah Zaenal Thayeb pengusaha asal Legian ini divonis bebas oleh hakim. 

Hal ini sepeti dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Badung I Gede Gatot Hariawan Kamis (22/7/2021) saat dihubungi via telpon,” Benar, terdakwa Yuri Pranatomo divonis bebas oleh hakim,” katanya. 

Pria yang akrab disapa Gatot ini pun mengatakan, atas vonis bebas itu pihaknya langsung menyatakan mengajukan upaya hukum kasasi.” Usai putusan dibacakan kami langsung menyatakan kasasi,” aku Gatot.

Sementara itu sebagaimana dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Heri Priyanto menyebut, terdakwa tidak terbukti bersalah memasukan keterangan palsu ke dalam akta otentik. 

Sebagaimana terungkap dala fakta persidangan, terdakwa hanya sebatas membuat draft perjanjian yang isinya merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak. Sedangkan mengenai luas dan harga tanah yang menjadi persoalan utama dalam kasus ini, hakim menyebut sudah sesuai dengan perjanjian yang dibuat. 

“Selain itu para yang membuat akta sudah membaca perjanjian yang dibuat dan sudah menyepakatinya sehingga jelas tersirat bahwa tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa,” tegas hakim dalam putusannya. 

Sementara soal SHM yang berbeda dengan luas tanah, hakim berpendapat bahwa itu adalah persoalan perdata. Hakim menilai dalam perkara ini ada perbuatan cidera janji atau wanprestasi yang harus diselesaikan melalaui jalur perdata bukan pidana. 

Atas pertimbangan tersebut, majelis hakim akhirnya menyatakan terdakwa Yuri Pranatomo tidak terbaik melakukan tidak pidana sebagian dimaksud dalam dakwaan jaksa.” Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa,” pungkas hakim dalam surat putusan yang dibacakan pada, Rabu (21/7).

Sementara itu sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari Hedar Giacomo Boy Syam yang merupakan keponakan dari Zaenal Thayeb, melaporkan terkait penjualan tanah 13.700 meter persegi di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. 

Dalam laporan korban itu bahwa luas tanah dalan sertifikat hanya 8.700 meter persegi sehingga ada kekurangan. Dimana Zaenal Thayeb dalam hal ini selaku pemilik tanah yang draftnya dibuat oleh terdakwa Yuri Pranatomo.

Untuk diketahui, Zainal Tayeb dalam perkara ini statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Bali. Pengusaha ternama di Legian ini juga dituduhkan diduga memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Namun pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan ini menjelaskan, dalam kesaksiannya bahwa tanah miliknya seluas 17.302 m2. Dari luas itu, yang dikerjasamakan hanya seluas 13.700 M2 dan dua kavling (1.700 M2) tidak dijual.

Dalam kesaksiannya dipersidangan terdakwa Yuri, menyampaikan bahwa tanah 137 are itu sudah dibayar dengan cara dicicil sampai lunas. “Jika dikatakan ada selisih luas tanahnya. Khan bisa diukur ulang,” kata Zaenal berikan kesaksian.

Pada kesempatan itu, pemilik sasana tinju Mirah Boxing Camp itu sempat menunjukkan dalam persidangan berupa salinan sertifikat induk. Menurutnya ada dua kavlingan yang terjual. 

“Kalaupun jika ada kesalahan harusnya ngomong sebelum bayar.  Semuanya sudah di bayar oleh dia (pelapor) dan sembilan sertifikat sudah diterima dia. Kalau memang tidak cocok, mari kita turun ukur ulang supaya lebih jelas,” tegasnya.

Untuk diketahui juga, berkas perkara dari Zaenal Thayeb sudah masuk pada tahap P-19. Namun hingga berita ini dibuat, berkas yang dikembalikan jaksa ke penyidik itu (P-19) belum diserahkan kembali ke kejaksaan negeri Badung.(pro)

Editor : Rahman Sabon

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment