Pembunuh Cewek Michat Dituntut 13 Tahun Penjara

Wahyu Dwi Setyawan terdakwa kasus pembunuhan terhadap Dwi Farica Lestari sat menjalani rekonstruksi.(BNN/dok)

DENPASAR-Balinewsnetwork.com-Wahyu Dwi Setyawan terdakwa kasus pembunuhan terhadap Dwi Farica Lestari yang disebut-sebut cewek Michat dalam sidang virtual di PN Denpasar, Kamis (8/7/2021) dituntut hukuman 13 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.

“Memohon kepada majelis hakim yang minyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun,” sebut jaksa dalam surat tuntutannya. Atas tuntutan itu terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan mengajukan pembelaan secara tertulis.

“Sidang kita tunda seminggu untuk memberi kesampatan kepada terdakwa menyusun pembelaan,” kata hakim sembari mengetok palu tanda sidang selesai.

Sebagaimana terungkap dalam fakata pesidangan, sebelum membunuh korban asal Subang ini, pada hari Sabtu 16 Januari 2021 malam sekitar pukul 00.30 Wita, terdakwa membuka aplikasi Michet. Dimana terdakwa berhasil melakukan transaksi dengan korban untuk melakukan hubungan badan bayaran Rp.700 ribu dari penawaran Rp 1 juta.

Sekitar pukul 02.00 Wita, terdakwa tiba dilokasi yang disebutkan oleh korban di Homestay Jalan Jalan Tukad Batanghari, Panjer. Usai melampiaskan hasratnya, kemudian timbul niat dari terdakwa untuk merampas barang-barang milik korban.

“Terdakwa membunuh korban dengan cara menusuk dan menyayat pada bagian leher menggunakann pisau jenis kerambit yang telah dipersiapkan oleh terdakwa,” tulis jaksa dalam dakwaan.

Setelah diketahui korban lemas bersimbah darah dalam posisi terlentang tanpa busana, terdakwa langsung pergi. Selain HP milik korban, uang dalam dompet sebanyak Rp.700 ribu diambil oleh pemuda 23 tahun asal Jember ini.

“Terdakwa berhasil diamankan petugas dalam persembunyian di rumah mertuanya, wilayah Jember, Jawa Timur, Jumat (12/2) pukul 20.00 Wita,” tegas JPU.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment