Hari Ke-5 PPKM Di Flotim, Kasus Covid-19 Terus Menanjak, Solor Barat Bertambah 16 Kasus

Kepala Puskesmas Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Darius Sabon Ama. Foto : BNN/ Emnir .

Solor/BaliNewsNetwork.com- Memasuki hari kelima  pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kabupaten Flores Timur, Senin, 5 Juli 2021, jumlah kasus Covid-19 di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan, hingga mencapai 1.192 kasus dari hari sebelumnya 1.164 kasus.

Dari Kecamatan Solor Barat pun terlaporkan, ada penambahan 2 kasus baru di Minggu,4 Juli 2021 itu. Penambahan 2 kasus tersebut berasal dari Desa Balaweling II.

Dengan penambahan tersebut, maka di posisi Minggu 4 Juli 2021, total kasus Covid-19 di Kecamatan yang sedang di pimpin Camat Adrianus Kopong Herin tersebut  membengkak menjadi 16  kasus dari sebelumnya 9 kasus.

“Kemarin sore ,kami melakukan pemeriksaan rapid antigen terhadap 4 warga kontak erat di Desa Balaweling II. Dua di antaranya Positif Covid-19. Dengan  penambahan dua kasus baru tersebut, otomatis menambah jumlah kasus Covid-19 di Kecamatan Solor Barat ini, menjadi 16 kasus. Dan ke-16 mereka itu kini sedang menjalani isolasi mandiri dan senantiasa dalam pemantauan Tim Medis, baik Pustu maupun Puskesmas Ritaebang.” ujar Kepala Puskesmas Ritaebang, Darius Sabon Ama ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di ruang kerjanya, Senin (5/7).

Total jumlah sebagaimana yang dipaparkan Darius Sabon Ama tersebut, tersebar  pada 5 desa dan 1 Kelurahan,diantaranya, Desa Balaweling II : 4 orang, Desa Kalelu : 5 orang, Desa Karawatung : 2 orang, Desa Pamakayo : 2 orang, Desa Daniwato : 1 orang, dan Kelurahan Ritaebang : 2 orang.

“Dominan OTG. Hanya satu diantaranya yang berdasarkan rekam medik, memiliki penyakit bawaan. Oleh karena itu, kami tak henti-hentinya menghimbau kepada semua warga di Kecamatan Solor Barat ini, untuk selalu mematuhi prokes. Jangan anggap remeh dengan himbauan -himbauan yang terseruhkan di semua area oleh unsur-unsur Satgas Penanganan Covid-19 ! Bayangkan saja, dari 9 kasus di akhir Juni 2021 kemarin, melonjak kini menjadi 16 kasus.” ungkap Darius sembari mengeluhkan kenyataan ketidakpatuhan warga dalam menerapkan prokes disetiap aktivitas mereka.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment