Flotim Sudah Berlakukan PPKM, Menanti Ketegasan Satgas Penanggulangan Covid-19


Dandim 1624 Flores Timur, Letkol Czi. Imanda Setyawan S.T, M.I.P dan Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa,S.I.K . Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kabupaten Flores Timur, pun diberlakukan kemarin,Kamis,1 Juli 2021. Ruang-ruang aktivitas baik itu aktivitas pemerintah, swasta, pendidikan, maupun aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya, kembali dibatasi akibat lonjakan kasus Covid-19 yang kian meninggi di Kabupaten yang sedang dipimpin Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Payong Boli itu.

Akankah intruksi Bupati Flores Timur nomor SATGAS.COVID/22/VI/2021, tertanggal 22 Juni 2021 itu, berhasil mengempang lonjakan penyebaran Covid-19 di daerah tersebut ?

Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa,S.I.K  terhadap peningkatan kasus Covid-19 serta membludaknya pasien rawat inap berstatus Covid-19 di RSUD Larantuka selama dua pekan terakhir ini, bahkan menyebutnya sebagai situasi darurat. Perlu ada aksi nyata cepat, tepat dan tegas untuk mengatasi  pandemi yang baginya sudah masuk pada  level darurat itu.

Bersama Dandim 1624 Flores Timur, Letkol Czi.Imanda Setyawan S.T, M.I.P, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan PPKM skala mikro tersebut.

Namun kedua pemimpin pada institusi TNI dan Polri di Kabupaten Flores Timur itu mengajak semua unsur Satgas Penanggulangan Covid-19 dari tingkat Kabupaten hingga Desa,serta masyarakat Flotim, untuk bersama-sama melaksanakan PPKM skala mikro  secara patuh dan bertanggung jawab.

“Personil kami sangat siap. Kami dari TNI dan Polri sangat siap. Kita butuh aksi nyata, gerak cepat, tepat, dan tegas untuk menangani pandemi ini ! Tidak sekedar habiskan waktu di ruang rapat ! Situasi ini bagi kami sudah masuk kategori darurat ! Sudah berat ! Olehnya harus ada langkah cepat dan tegas ! Kami dukung penuh penuh intruksi  PPKM skala mikro di wilayah Flotim ini. Mari kita bersama-sama lakukan penyekatan dan pengetatan  pada pintu masuk seperti Pelabuhan Laut dan Bandara, maupun di wilayah perbatasan antar Kabupaten Flotim-Sikka dan Flotim-Lembata, serta mentaati hal-hal yang sudah diatur dalam PPKM skala mikro itu.” tegas I Gusti Putu Suka Arsa sembari mengikutinya dengan penindakan terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran PPKM skala mikro tersebut.

Komitmen yang sama pun dilantangkan Dandim 1624 Flotim, Letkol Letkol,Czi Imanda Setyawan S.T, M.I.P. Pihaknya bahkan telah membentuk tim pengendalian penyebaran Covid-19 yang senantiasa berkolaborasi dengan pihak Polri dan Pemerintah Daerah dalam kerja pengendalian penyebaran Covid-19.

Mendasari pada hasil penelusuran dan temuan pihak Dinkes Flotim bahwa penyebaran kasus Covid-19 di wilayah Flotim itu berasal dari transmisi lokal, Dandim Imanda Setyawan lantas mengharapkan kekompakan tim Satgas Penanggulangan Covid-19 dan semua lapisan warga Flotim untuk bersama-sama memerangi penyebaran Covid yang terbilang sangat cepat ini.

“Bersama pihak Polri pada Polres Flotim, kami sangat siap memback up kerja penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah ini. Memang kita harus bertindak cepat, tepat dan tegas, apalagi menurut analisa pihak Dinkes, warga yang terpapar Covid saat ini adalah transmisi lokal. Artinya Corona Virus Disease saat ini sedang berada  di sekitar kita, dekat dengan kita dan sedang bersama-sama dengan kita.Oleh karena itu, marilah semua kita mendukung pelaksanaan PPKM skala mikro ini dengan senantiasa mematuhi prokes !” pinta Dandim Imanda Setyawan  tegas, seraya mengamini ketegasan tindakan terhadap para pelanggar yang diseruhkan Kapolres I Gusti Putu Suka Arsa itu.

Bila komitmen serta langkah pengendalian langsung dikerjakan oleh barisan TNI dan Polri, lantas bagaimanakah dengan unsur-unsur lain yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa?

Walau warning terhadap pelaksanaan PPKM skala mikro itu terus terlantangkan lewat mikrofon desa, dan kendaraan di setiap lorong jalan sejak dikeluarkan Instruksi Bupati Flotim di 22 Juni 2021 lalu, namun di awal pemberlakuannya (Kamis 1 Juli 2021) belum terlihat tanda-tanda bahwa telah dimulainya PPKM mikro di wilayah Flotim.

Dibanyak desa, kelurahan,dan kecamatan, belum terlihat adanya aktivitas posko pemantauan dan pengendalian,sebagaimana Surat Edaran Bupati di tanggal 29 Juni 2021. Masih banyak pula warga yang menyelenggarakan pesta dan aktivitas budaya tanpa mengindahkan ketentuan sebagaimana intruksi tentang PPKM itu.

Komitmen dan ketegasan, rupanya masih hanya sebatas kata dan kalimat ! Masih banyak unsur Satgas Penanggulangan Covid di setiap tingkatan, hanya berdiam diri, menjadi penonton. Alasan klasik pun terdengungkan tanpa ada rasa beban, anggarannya mana ?

Corona Virus Disease sedang disekitar kita, sedang berada di antara kita,bahkan sedang bersama kita. Diamkah kita sambil terus memelihara keapatisan dalam sadar kita ?

Pada posisi Kamis,1 Juli 2020, pukul 21.00 wita, pihak Satgas Kabupaten Flotim merilis, terjadi penambahan 103 kasus Covid-19. Total kasus di star pelaksanaan PPKM skala mikro tersebut membengkak hingga 910 kasus.

Dalam hitungan bulan Juni 2021, dari 19 kecamatan di Flotim, tak ada satu pun kecamatan, yang tergolong bersih dari hinggapan kasus Covid ini.

Kalau pihak TNI dan Polri telah dan selalu memperlihatkan kerja penanggulangan dalam diamnya mereka, kalau pihak Dinkes Flotim bersama barisan nakes di puskesmas berlelah menjalankan  3 T hingga pada pemantauan dan perawatan pasien Covid-19, dan kalau para nakes di RSUD dr.Hendrikus Fernandez harus terpapar dan letih merawat pasien Covid-19, haruskan kita yang lain berdiam diri, apatis berlalu sembari memproklamirkan ketidak percayaan akan situasi ini, sedangkan corona virus disease itu kini sedang diantara kita, di sekitar kita, dan sedang bersama kita ? Taat Prokes ! *(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment