Pemkab Flotim Ngebut Bereskan 79 Desa Blank Spot

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon di kunkernya ke Desa Demon Dei , Kecamatan Wotan Ulumado (2018).Foto :BNN/doc.Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Move fast and sure, demikianlah  Pemerintah Kabupaten Flores Timur di masa kepemimpinan Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli ini kebutkan ‘misi’ pembebasan ke-79 desa blank spot di Kabupaten Flores Timur.

Dari total desa yang tidak tersentuh sinyal komunikasi itu, 40 desa di antaranya telah dibereskan  Pemkab Flotim, semenjak Anton Hadjon dan Agus Boli memimpin daerah ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bahkan mencatat, di era kepemimpinan Breun Snaren tersebut, Kabupaten Flores Timur merupakan satu-satunya Kabupaten di Propinsi NTT yang paling banyak mendapat bantuan infrastruktur yang melancarkan urusan informasi dan komunikasi tersebut.

Bila sebelumnya tidak ada akses internet gratis bagi warga, 93 unit Visat Bakti Kominfo, kini ditempatkan merata sebagaimana prioritasnya bagi wilayah terpencil, daerah blank spot, dan yang memiliki tingkat kesulitan akses transportasi. Bahkan terbangun pula 5 unit Base Transceiver Station (BTS) milik Pemerintah.

“Di Tahun 2021 ini, kita memang mengajukan permintaan 21 BTS, dan 70 visat ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kalau 8 tower mobile combat milik Telkomsel dan Xl serta 1 tower besar milik Telkomsel  yang dibangun Desa Lelenbala tersebut rampung dan beroperasi nantinya, maka sesuai analisa sebaran jaringan, kemungkinan daerah blank spot di Kabupaten Flotim ini hanya tersisa sekitar 25 – 30 desa saja.” papar Bupati Anton Hadjon ketika dikonfirmasi terkait jumlah desa blank spot di wilayah Flotim,Selasa (29/6).

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian teknis pasca  survey lapangan kemarin, ketika beroperasinya tower besar Telkomsel di Lelenbala itu, 4 desa disekitarnya akan terjangkau sinyal dan otomatis keluar dari zona blank spot.

Selain berkoordinasi dan memberikan kemudahan kepada pihak provider dalam pengurusan perijinan pembangunan tower, sejak dilantik, Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Boli bersama OPD teknis terkait, senantiasa tancap gas mengebutkan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi NTT dan Pemerintah Pusat untuk memuluskan usulan daerah blank spot, pembangunan tower Merah Putih dan visat ke Bakti Kominfo, serta mengajukan usulan perkuatan jaringan seluler  bagi daerah-daerah yang membutuhkan perkuatan jaringan kepada 5 provider yakni Telkomsel, Mitratel, Protelindo, Tower Bersama dan Indosat.

Untuk diketahui, akses komunikasi di Flotim saat ini menggunakan 3 jaringan, yakni jaringan Telkomsel, XL ,dan Indosat.

Telkomsel  memiliki  68 tower yang dibangun oleh 4 provider. Xl  punya 11 BTS yang dibangun oleh 1 provider.Sedangkan jaringan Indosat,terpancar dari 3 tower yang dibangun oleh 1 provider. Ada pula 93 unit visat.

Akankah kebutan duet Anton Hadjon-Agus Boli di sisa kepemimpinan mereka ini berhasil menyelesaikan 39 desa blank spot yang tersisa ?

Saat ini sebaimana yang diungkapkan Bupati Anton Hadjon, 3 tower Telkomsel, dan 6 tower mobile combat Xl sedang dalam proses pembangunan dan perijinan pembangunannya. *(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment