Bunuh Juragan Keripik, Divonis 11 Tahun Penjara

DENPASAR -Balinewsnetwork.com– Pria bernama Basori Arifin (24) yang menghabisi nyawa pedagang kripik bernama Sri Widayu (48) dijatuhi pidana penjara 11 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (22/6/2021). 

Majelis hakim yang diketuai I Made Yuliada menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP sesuai dakwaan kedua penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun kepada terdakwa dengan dikurangi masa penahanan,” kata hakim saat membacakan putusan.

Mendengar putusan, terdakwa melalui kuasa hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar menyatakan menerima. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra yang sebelumnya menuntut terdakwa pidana penjara 13 tahun juga menyatakan menerima.

Kasus penganiayaan bermula dari terdakwa bersama istri dan anaknya mendatangi korban ke Warung Jawa Barokah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan, Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 20.30 Wita.

Kedatangan terdakwa untuk menagih utang kepada korban. Namun karena belum memiliki uang untuk membayar utang, korban menjawab dengan nada tinggi sehingga membuat terdakwa kesal.

Melihat itu, istri terdakwa yaitu saksi Titik berusaha menengahi dan kembali bertanya kapan korban bisa membayar utangnya.

Bukannya menjawab baik-baik, korban malah semakin marah dan menampar saksi Titik. Tak terima, terdakwa meminta istri dan anaknya untuk keluar dari warung milik korban.

Setelah itu, terdakwa mengambil helm merk INK warna merah miliknya dan memukulkan helm tersebut ke kepala depan korban sehingga korban mundur dan masuk kedalam warung.

Terdakwa yang tersulut emosi juga masuk kedalam warung dan kembali memukul kepala korban sebanyak dua kali hingga helm tersebut pecah.

Terdakwa kemudian mencekik leher korban dari kanan menggunakan tangan kiri sehingga korban membungkuk dan saat itu terdakwa memukuli wajah korban sebanyak lima kali.

“Korban sempat melawan dengan cara menggitit jari tengah tangan kiri terdakwa sehingga membuat dompet serta serta uang terdakwa terjatuh,” papar jaksa.

Melihat itu, saksi Titik masuk kedalam warung dan melerai dengan berkata “sudah mas kasihan anaknya”.

Karena takut korban berteriak, terdakwa kembali memukul muka korban sementara korban berteriak mengancam terdakwa sambil menujuk kearah terdakwa dengan berkata “awas kamu, awas kamu, dan berteriak tolong”.

Terdakwa yang sudah gelap mata mendekati korban dan mendorongnya sehingga korban tersungkur dengan kepala belakangnya membentur almari hingga almari terjatuh.

Puncaknya, terdakwa mengambil tabung gas ukuran 3 kilogram di samping pintu masuk dapur dan tabung gas tersebut dipukulkan ke pelipis kanan korban dengan tujuan supaya korban tidak berteriak lagi.

“Pukulan tabung gas 3 kilogram yang diarahkan oleh terdakwa mengenai titik vital korban yaitu di bagian kepala. Setelah korban tidak berteriak, terdakwa mangambil uangnya yang sempat terjatuh dan pergi bersama dengan istri dan anaknya meninggalkan tempat kejadian,” urai jaksa.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment