29 Warga Desa Lemanu-Solor Selatan Reaktif Covid-19

Tim Nakes Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur-NTT sedang melakukan pemeriksaan Rapid Antigen kepada warga Lemanu yang berkontak erat dengan pasien reaktif Covid-19 pertama asal desa tersebut. Foto : BNN/ Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Solor Selatan, mewajibkan ke-29 warga di Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur-NTT yang terpapar Covid-19, untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan selama melaksanakan tahapan isolasi mandiri.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Solor Selatan,Yosep Damian Kelodor  yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler , Rabu (23/6), membenarkan lonjakan kasus Covid-19 di Desa Lemanu tersebut.

Pihaknya, baik dari sisi Satgas Penanggulangan Covid, maupun dari sisi Pemerintahan, bahkan telah mengeluarkan Surat Penegasan tentang Wajib terapkan prokes, dan memerintahkan kepada semua Kepala Desa se-Kecamatan Solor Selatan, untuk mengumumkan penegasan tersebut  kepada seluruh warga mereka.

“Lonjakannya sangat cepat ! Penyebarannya cepat sekali. Dua hari lalu, ada 8 yang reaktif rapid antigen.Kemarin bertambah 10, dan hari ini bertambah lagi 11 orang. Kepada mereka yang reaktif ini, kami wajibkan untuk senantiasa menerapkan prokes secara patuh, di masa karantina mandiri mereka.Tim Satgas akan tetap melakukan pemantauan.”ujar Yos Damian Kelodor seraya membenarkan adanya Surat Penegasan Wajib Jalankan Prokes yang telah diedarkan kepada semua Kades se-Solor Selatan dan memerintahkan mereka untuk mengumumkannya kepada warganya.

Penegasan yang sama pun terseruhkan oleh Kepala Puskesmas Kalike,Rita Fernandez bagi warga Desa Lemanu melalui pengeras suara di desa tersebut pada Selasa (22/6) pukul 18.30 wita.

Tentang riwayat terlacaknya kasus Covid-19 di Desa Lemanu itu, Rita Fernandez yang dikonfirmasi secara terpisah mengisahkan, bermula dari perawatan seorang pasien stroke.di PKM Kalike beberapa waktu lalu.

Diurusan rujukan pasien tersebut ke RSUD Larantuka, hasil pemeriksaan rapid antigen memperlihatkan tanda reaktif Covid-19.

“Atas hasil tersebut,kami lalu melakukan tracking dan pemeriksaan rapid antigen kepada mereka yang berkontak erat. Dan ternyata hasilnya sungguh mencengangkan ! Dari pelacakan dan pemeriksaan tersebut ternyata yang reaktif pernah berkontak erat satu sama lain di berbagai kegiatan yang susul menyusul. Ada yang memang sedang memperlihatkan gejalah, ada yang tidak ! Nah, ke-29 mereka yang reaktif rapid antigen ini, terkategori transmisi lokal. Kami pun telah melaporkan ke Dinas Kesehatan agar diikuti dengan pemeriksaan  Swab.” jelas Rita Fernandez sembari menghimbau agar  warga Desa Lemanu tidak panik ,tetap tenang serta senantiasa  berdisiplin menerapkan prokes di tahapan isolasi mandiri mereka itu.

Tim Nakes Satgas Penanggulangan Kecamatan Solor Selatan dipastikan Rita, akan senantiasa melakukan pemantauan terhadap mereka..Yang reaktif pun telah mendapat therapy dari dokter di PKM Kalike*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment