Dirintis Pasutri Di Sulengwaseng, Penangkaran Telur Penyu Ini Sudah Tetaskan Puluhan Ribu Tukik

Pembenaman 133 butir telur Penyu oleh anggota Pokmaswas Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur-NTT, di Penangkaran Wodo Goreg-Jalur Gaza, Sabtu (19/6) .Foto : BNN/ Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com-Tak kenal lelah, pasangan suami istri di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur  ini menghidupkan usaha penangkaran telur penyu yang berlokasi di pesisir pantai areal Wodo Goreg ,yang kini terkenal dengan sebutan pantai Jalur Gaza.

Memulainya secara mandiri dengan keterbatasannya di pertengahan Tahun 2018, Wilhelmus Woka Dewa Melur dan Theresia S.Weran istrinya, pasca mendapat masukan, saran serta tularan pengetahuan tentang perlindungan biota laut dari rekannya Kristoforus Kelan Werang (Ketua Pokmaswas Pedan Wutun Kelurahan Ritebang), staf WCS, staf Misool Baseftin, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Flores Timur, dan Pemerintah Kecamatan Solor Selatan, serta warga Lega-Lega Community Solore dan para jurnalis, hingga kini tetap menekuni kegiatan konservasi di bidang penangkaran telur penyu itu.

Tak menghiraukan apa kata orang,’kegilaan’ kedua suami istri dalam mencari hingga menemukan serta membawa pulang butiran-butiran telur penyu dan membenamkannya pada penangkaran yang serba darurat itu pun berbuah manis .

Tidak saja soal telur penyu yang terbebaskan dari predator itu kemudian menetas, dan pelepasan tukik-tukik itu ke laut, namun buah termanis yang senantiasa terkenang oleh memori pasangan suami istri tersebut adalah merebaknya kesadaran masyarakat akan perlindungan biota laut itu sendiri.Tidak saja untuk penyu, namun juga untuk biota laut lainya .

Dampak ikutannya adalah beberapa warga pun secara sukarela bergabung ke paguyuban konservasi  yang dirintis Mus Melur dan Theresia S.Weran tersebut. Alhasil, terbentuklah Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Desa Sulengwaseng dan Pokmaswas Kecamatan Solor Selatan.

Aktivitas penangkaran tersebut pun diperluas atas suport Pemerintah Kecamatan Solor Selatan. Sentuhan kasih dari Camat Solor Selatan,Yoseph Damian Kelodor  sungguh menggairahkan Mus Melur dan kawan-kawannya.Penangkaran darurat tersebut kemudian diganti mereka menjadi permanen, dengan luasannya yang tertambahkan seiring penambahan personil yang peduli itu.

Kegiatan mereka itu pun menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Bupati Anton Hadjon bahkan turut serta melakukan pelepasan tukik hasil tetasan dari penangkaran permanen itu,di 8 Maret 2019 silam.

“Meriwayatkan tentang aktivitas penangkaran ini, saya harus mengucapkan apresiasi atas ketulusan saudara Mus Melur dan istrinya ini.Tanpa keduanya, aktivitas ini, mungkin tidak ada disini. Berkat rintisan kedua pasutri ini,banyak warga di desa ini kemudian bergabung bersama mereka dalam Pokmaswas ini.Terhitung dari Tahun 2018 dan 2019,sudah puluhan ribu telur penyu yang ditangkar mereka,dan sudah puluhan ribu tukik yang tertetas dan yang telah kami lepaskan di perairan ini, termasuk beberapa induk Penyu yang diselamatkan baik oleh anggota Pokmaswas maupun oleh warga di sini. Pak Bupati bahkan turut serta melakukan pelepasan tukik hasil penangkaran ini di 8 Maret 2019 silam.” kisah Camat Yosep Damian Kelodor  dengan terus membanggakan aktivitas Mus Melur bersama anggotanya itu.

Berdasarkan data yang terhimpun Pokmaswas yang diketuai Mus melur di separuh perjalanan Tahun 2021 ini, hingga Sabtu,19 Juni 2021, tercatat sudah ada 37 sarang telur penyu, yang berisikan 4.221 butir telur yang ditangkar  di penangkaran Wodo Goreg-Jalur Gaza Desa Sulengwaseng itu. Sembilan (9) sarang diantaranya telah menetas dengan jumlah tukik sebanyak 901 ekor.

“Bila digabungkan dengan  jumlah tukik yang dilepaskan di Tahun 2020 dengan pelepasan belum lama ini,(awal Juni 2021),maka telah ada 3.155 tukik  yang telah dilepaskan kembali ke laut di perairan kami ini. Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang peduli terhadap usaha kami ini.Tak mudah memang, namun berkat kebersamaan dengan pihak-pihak yang peduli, kami tetap bersemangat melaksanakan kegiatan konservasi ini.” ujar Mus Melur, yang diamini warga kelompoknya.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment