Beberapa tahun terakhir telah bermunculan teknologi yang menunjukkan bahwa wajah, suara, dan gerakan bibir dapat ditiru dan direplikasi dengan kecerdasan buatan. Sekarang, model AI yang dibuat oleh para peneliti di Facebook dapat meniru, mengedit, dan mengganti tulisan tangan dan teks hanya menggunakan gambar yang berisi tulisan tangan meskipun hanya berisi satu kata saja.

Facebook meluncurkan TextStyleBrush, sebuah proyek penelitian AI, pada hari Jumat. Facebook menunjukkan bahwa sementara sebagian besar sistem AI dapat mereplikasi dan mengganti teks untuk tugas yang terperinci dengan baik dan khusus, pada TextStyleBrush memiliki perbedaan karena dapat mereproduksi teks dalam tulisan tangan sesuai bentuk gerakan tangan. Melakukan ini jauh lebih sulit untuk model AI karena opsi teks dan nuansa berbeda yang terlibat.

“Ini berarti memahami pada gaya teks tanpa batas untuk tidak hanya tipografi dan kaligrafi yang berbeda, tetapi juga untuk transformasi yang berbeda, seperti rotasi, teks melengkung, dan deformasi yang terjadi antara kertas dan pena saat menulis tangan; kekacauan latar belakang; dan noise gambar, ” jelas Facebook dalam pengumuman yang mereka rilis. TextStyleBrush adalah model AI dengan personal supervisi pertama yang dapat mereplikasi dan mengganti teks dalam tulisan tangan dan bentuk tindakan penulis hanya dengan menggunakan satu contoh kata dari sebuah gambar. Menurut Facebook hal ini menunjukkan tingkat akurasi tinggi dalam tes otomatis dan tentang studi pengguna untuk semua jenis teks. Model AI bekerja dengan cara yang mirip dengan penggunaan style brush tools pada aplikasi pengolah kata. Dalam hal ini metode sejenis diterapkan pada estetika teks pada gambar. Namun peneliti Facebook memutuskan untuk melupakan kosep metode tradisional, yang mencakup penentuan parameter spesifik seperti jenis huruf atau pengelolaan gaya teks tujuan, dengan TextStyleBrush.

Pihak Facebook mengambil pendekatan proses pelatihan yang lebih holistik dan menguraikan konten gambar teks dari semua aspek yang muncul didalammnya. Bentuk yang didapatkan kemudian dapat langsung diterapkan sebagai one-shot-transfer tanpa melewati proses pelatihan berulang.

TextStyleBrush bukan model AI yang sempurna dan tanpa batasan. Facebook mengatakan kekurangan ini diantaranya adalah mereplika teks yang ditulis dalam objek logam atau teks yang memiliki karakter dalam warna berbeda.

Meskipun sekilas model AI ini tampak seperti yang keren dan efisien untuk menyalin dan mengganti teks, tapi juga perllu diperhatikan bagaimana penggunaanya, misalnya bagaimana TextStyleBrush dapat digunakan untuk menipu orang lain atau bahkan melakukan kejahatan terkait dengan pemalsuan tullisan tangan.

Facebook mengakui bahwa serangan teks deepfake adalah sebuah masalah yang sangat rumit, dan berharap bahwa dengan mempublikasikan penelitiannya secara terbuka di TextStyleBrush. Tindakan tersebut dapat mendorong penelitian baru untuk mencegah serangan ini. Perusahaan mengatakan bahwa jika peneliti dan praktisi AI dapat membangun teknologi ini sebelum pelaku jahat melakukannya, mereka dapat “belajar untuk mendeteksi gaya deepfake baru ini dengan lebih baik dan membangun sistem yang kuat untuk memeranginya”.***

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment