Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali beserta Rektor Unwar dan jajaran.

DENPASAR/Bali News Network

Program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang digaungkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim bukan “barang baru” bagi Universitas Warmadewa (Unwar). Rektor dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali menyatakan kesiapan pada konferensi pers, Jumat (11/6) di kampus setempat.

Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., menjelaskan, jauh sebelum kebijakan ini diterapkan, Unwar telah melaksanakan program yang identik dengan MBKP sejak tahun 2014. Kegiatan itu diantaranya, KKN di desa, praktik kerja pada proyek, magang di hotel atau perusahaan, legal drafting, dosen sebagai mediator dan advokat, mahasiswa menjadi relawan pajak di kantor pajak, praktisi dapat mengajar di dalam kampus dan dosen berkegiatan di dunia usaha dunia industri (dudi).

Ia menambahkan, untuk mematangkan MBKM, Unwar melalui Lembaga Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (LPKP) telah menerbitkan kebijakan MBKM berikut panduannya, standar pendidikan tinggi yang memuat MBKM sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020.

Berikutnya, kata dia, kerjasama (MoU dan KSO) dengan mitra nasional dan internasional, kebijakan pendidikan dan pengembangan kurikulum yang memuat kampus merdeka, dan panduan pengembangan dan pelaksanaan kurikulum yang mendukung MBKM di Unwar. “Total anggaran yang didanai oleh Ditjen Dikti untuk kegiatan MBKM di Universitas Warmadewa sebesar Rp. 3.082.674.000,” jelasnya, Jumat (11/6) kemarin.

Dewa Widjana menambahkan, Unwar juga telah menyiapkan layanan pendidikan berbasis IT untuk menjawab tantangan serta permintaan masyarakat. Sistem pembelajaran e-learning dengan dukungan sarana prasarana penunjang seperti gedung berlantai empat dengan fasilitas lift, wifi, ruang kelas dengan AC dan juga LCD proyektor, ruang pertemuan atau rapat, ruang ujian, ruang dosen, sekretariat serta perpustakaan yang menyediakan layanan e-book.

“Kami juga didukung dengan kualitas tenaga pengajar yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya sudah disiapkan untuk mendukung Kampus Merdeka di Universitas Warmadewa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menambahkan bahwa pihak yayasan siap mendukung MBKM. Yakni mengeluarkan 10 persen dana pendamping dari jumlah bantuan tersebut. Bahkan tak hanya itu, kata dia pihak yayasan juga membiayai mahasiswa yang mengikuti lomba hingga tingkat internasional. Seperti lomba ke Tiongkok, beberapa mahasiswa yang roadshow ke Jepang, Eropa, hingga ke India dibiayai institusi.

“Kami juga mengeluarkan biaya pendampingan ketika mendapat bantuan Rp15 miliar dari Bank Dunia. Kami mengeluarkan dana pendampingan 7,5 persen, sekitar Rp3,5 miliar kami mendampingi bantuan ini. Bagi kami, besar atau kecil bantuan yang berhasil diraih Unwar, itu relatif,” tegasnya.

Untuk diketahui, Unwar yang berdiri pada tahun 1984 berada di bawah Naungan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali sebagai badan penyelenggara perguruan tinggi swasta berdasarkan surat keputusan menteri hukum dan HAM republik Indonesia.

Kampus yang terletak di Kota Denpasar berdiri di atas lahan seluas 5 hektar dengan luas bangunan sekitar 20.353,19 M2, memiliki program Pascasarjana dengan 1 Program Studi Doktor Hukum, 7 Program Studi Magister. Selain itu, Unwar juga memiliki memiliki 7 Fakultas dengan 14 Program Studi Sarjana dan 3 Sekolah Vokasi.

Di mana Terwujudnya Universitas Warmadewa yang Bermutu, Berwawasan Ekowisata dan Berdaya Saing Global Tahun 2034, adalah visi Universitas Warmadewa yang telah diimplementasikan oleh masing masing program studi. bq

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment