Singapadu Siap Diadu di Pangggung PKB 2021

GLADI-Sanggar Atmanastuti di bawah binaan Komunitas Seni Saptana Jagaraga, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, menggelar gladi persiapan Lomba Taman Penasar (Wimbakara) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021.

GIANYAR/Bali News Network

Sanggar Atmanastuti di bawah binaan Komunitas Seni Saptana Jagaraga, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati diberi kepercayaan mewakili Kabupaten Gianyar kategori Taman Penasar (Wimbakara) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021 yang dipusatkan di Taman Budaya Bali, Denpasar.

Kolaborasi I Wayan Darya selaku pembina utama dan I Wayan Kariana
yang duduk di posisi ketua komunitas Sapta Jagaraga, sukses menggabungkan seniman lintas generasi dari seluruh banjar se-Singapadu.

Komunitas seni ini, dibentuk 11 November 2011 saat mengikuti lomba Bleganjur Puspem Badung. Seiring penampilan yang kian apik, komunitas ini mulai dikenal masyarakat luas. “Tahun 2015 kami mulai menginjakkan kaki di panggung PKB dan berhasil memecah rekor penonton terbanyak,” kata Kariana, dikonfirmasi di sela gladi, beberapa hari lalu.

Kariana berkomitmen menjaga tradisi Singapadu sebagai gudang seniman dengan cara mengaktifkan kegiatan dalam bidang seni pertunjukan. Berbicara Singapadu memang tak bisa lepas dari bidang seni. Kesenian seolah tumbuh subur sejak dulu hingga menjadi sejarah bagi Singapadu.

Tak hanya pertunjukan, seni rupa juga tumbuh subur di desa ini. Namun cap desa seni bisa saja hilang jika tidak ada kesinambungan interaksi seni antar generasi. Kemunculan komunitas-komunitas seni menjadi tulang punggung merawat tradisi seni di Singapadu.

Untuk diketahui, PKB XLIII Tahun 2021 tetap digelar di tengah pandemi Covid-19, sebagai konsistensi pemberlakuan Perda nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020. PKB bertema Purna Jiwa; Prananing Wana Kerthi (Jiwa Paripurna Nafas Pohon Kehidupan).

Salah satu materi Wimbakara atau Lomba Taman Penasar. Lomba ini bertujuan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mengolah secara kreatif materi-materi atau ide-ide otentik dalam seni sastra dan karawitan, sekaligus untuk memperkaya khasanah Seni Taman Penasar dalam publikasi PKB XLIII Tahun 2021 ke publik nasional bahkan internasional.

Adapun ketentuan umum lomba ini di antaranya;
Setiap Kabupaten/Kota mengirim satu Sekaa/ Sanggar/Komunitas Taman Penasar yang terdiri dari penabuh, panembang, paneges/ penerjemah dan pangenter, penyaji agar menggunakan masker/ face shield/ mouth shield, selama proses produksi dan penampilan karya diwajibkankan mentaati protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19. Beberapa ketentuan umum lain bisa diakses di laman resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. bq

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment