Simpan Sempi dan Amunisi Ilegal, Pensiunan TNI-AD Dipenjara Setahun

Ilustrasi.

DENPASAR- Balinewsnetwork.com-Purnawirawan TNI bernama Anak Agung Putra Asmara (64) yang kedapatan menyimpan senjata api (senpi) jenis pistol berikut amunisinya tapa dibekali izin, akhirnya dipenrjara selama satu tahun. 

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Hari Supriyanto dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak menguasai, atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan, sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak. 

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (stbl.1948 nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia dahulu Nomor 8 Tahun 1948.

“Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun,”sebut hakim dalam sidang yang berlangsung secara daring, Kamis (10/6/2021). Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dipenjara 1 tahun dan 6 bulan. 

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap petugas kepolisian dari Polresta Denpasar di rumahnya Jalan Kebo Iwa Utara nomor 32, Banjar Batu Kandik, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat dilakukan pengeledahan, di dalam lemari pakaian terdakwa ditemukan sebuah tas slempang warna coklat merk “Kickers” berisikan sepucuk senjata api genggam bertuliskan MP-654K, CAL 4,5 mm, T11-0633497 Made In Rusia. 

Kemudian gagang warna hitam berikut sebuah magazen dan 10 butir peluru tajam bertuliskan AP 32 AUTO di bagian bawanya serta sebuah sarung senjata (Holster) warna hitam.

Kepada polisi, terdakwa mengaku senjata api tersebut ia beli di Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur sekitar tahun 2019. Senjata kemudian disimpan di  dalam lemari pakaian di kamar terdakwa.

“Bahwa tujuan terdakwa membeli senjata api adalah untuk jaga diri. Bahwa terdakwa tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang,” urai jaksa.(pro)

Editor :Rahman Sabon Nama 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment