Kesiapan Lahan Di Nelelamadike Final, Di Saosina Tinggal Satu Hektar

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Flores Timur ,Edurd J.Fernandez,S.Sos,M.Si .Foto : BNN/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Berkat koordinasi yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama pihak Pemerintah Desa Nelelamadike dan Pemerintah Kecamatan Ileboleng, kepastian lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan kembali 50 unit rumah warga yang hancur terbabat banjir bandang dan longsor di desa yang sedang dipimpin Kades Pius Pedang Melai tersebut final tersiapkan.

Dari total 1,4 hektar lahan yang disiapkan, final terputuskan 1,2 hektar setelah melewati tahapan survey teknis oleh  pihak Kementerian PUPR dan pihak pelaksana-PT Adi Karya.

“Untuk Desa Nelelamadike, sudah final dengan 1,2 hektar dari total 1,4 hektar lahan yang disiapkan. Karena sudah final maka selanjutnya, pihak pelaksana akan melaksanakan pekerjaannya, membangun 50 unit rumah di atas lahan 1,2 hektar tersebut sebagaimana yang sedang dikerjakan mereka di Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotan Ulumado yang progresnya telah menghasilkan 4 unit rumah dari total 50 unit.” jelas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Flores Timur, Eduard J. Fernandez, S.Sos, M.Si yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (6/6).  

Sedangkan terkait kepastian  lahan di Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur, Edu Fernandez yang didampingi Sekdis Ramon Piran mengungkapkan, pihaknya masih harus melakukan pendekatan dengan pemilik lahan untuk mendapatkan 1 hektar, menggenapi hitungan 4 hektar yang diperuntukkan bagi pembangunan 300 unit rumah.

“Sebelumnya telah tersiapkan 4 hektar di Saosina. Namun, setelah disurvey pihak Kementerian PUPR, ternyata hanya 0,9  hektar yang memenuhi syarat teknis. Kita lalu direkomendasikan untuk mencari lahan pengganti, 3,1 hektar. Dan kita sudah dapatkan lahan pengganti itu. Masih tetap di Saosina. Hanya saja masih harus melakukan pendekatan dengan pemilik lahan untuk mendapatkan 1 hektar lagi untuk menggenapi luasan 4 hektar itu.”urainya seraya menambahkan lahan tersebut untuk membangun rumah bagi warga Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang Kota yang kehilangan rumah sewaktu bencana banjir bandang dan longsor tersebut.*(Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment