Bupati Flotim Hormati Keputusan Pemilik Lahan

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon . Foto : BNN /EMnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Pemerintah Kabupaten Flores Timur  menghargai sangat atas respon sebagian pemilik lahan yang menutup sebagian badan jalan di ruas jalan Weri-Watowiti, Kecamatan Larantuka, pada Senin (7/6) sore, akibat belum terbayarnya hak mereka.

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon ketika dikonfirmasi terkait persoalan itu, Selasa (8/6) menjelaskan, kondisi belum terbayarnya hak pemilik lahan tersebut bukan disebabkan oleh keengganan pihak Pemerintah untuk tidak membayar, namun kondisinya adalah  menunda pembayaran.

“Hal ini sudah dijelaskan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Flores Timur kepada para pemilik lahan dalam pertemuan beberapa waktu lalu bersama Camat Larantuka dan Lurah Weri. Jadi , bukan kita tidak bayar, namun kita minta tunda, karena memang kondisi yang kita hadapi saat ini.” ujar Bupati Anton Hadjon sembari mengisahkan riwayat percakapan dan kesepakatan bersama pemilik lahan tatkala akan melaksanakan pekerjaan pelebaran jalan di ruas jalan tersebut.

Dikisahnya, pembicaraan soal pembebasan lahan demi kepentingan pelebaran jalan tersebut telah dilakukan Pemkab Flotim pada Tahun 2018.Lahan yang dibutuhkan sekitar kurang lebih 2,5 hektar. Pada Tahun 2020, telah terjadi kesepakatan bahwa pihak Pemkab Flotim akan melunasi hak para pemilik lahan tersebut di tahun 2021, melalui APBD Tahun Anggaran 2021.

Komitmen tersebut pun diwujudnyatakan dengan mengalokasikan anggaraan pembebasan lahan, termasuk didalamnya anggaran pembebasan lahan ruas jalan Weri menuju akses Bandara tersebut, dan mendapat persetujuan Lembaga DPRD.

“Nah,di separu waktu perjalanan APBD TA 2021 ini, munculah kebijakan Pemerintah Pusat berkaitan dengan pemotongan 19 % dana DAU dan refocusing 8 % dana DAU  atau senilai 46 milyar Rupiah. Karena itu, maka Pemkab Flotim pun merealokasikan, harus melihat kembali APBD kita. Ada hal yang memang tidak bisa, dan ada hal yang  bisa kita tetapkan sebagaimana instruksi Pemerintah Pusat itu. Sehingga dalam keputusan itu, salah satu bagian yang turut kena dampak realokasi dan refocusing itu adalah anggaran pembebasan lahan  pada ruas jalan Weri- Watowiti. Olehnya , kita belum bisa melakukan pembayaran hak para pemilik lahan itu. Bukannya tidak membayar, namun tetap akan terbayarkan. Karena kondisi yang kita hadapi ini, maka terjadilah penundaan pembayaran tersebut. Dan tentang hal ini pun telah dijelaskan kepada mereka oleh Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. Tapi kalau mereka tidak terima, mau bagaimana lagi ? Itu hak mereka. Lalu ada aksi sebagaimana yang telah mereka lakukan, kami menghormatinya.“ ungkap Anton Hadjon sembari berharap agar  seluruh warga Flotim, khususnya para pemilik bisa lebih bijak dan dengan hati  bening memahami kondisi yang sedang terjadi di Negara dan Daerah ini.

Seraya menampilkan Visi Kabupaten Flores Timur : Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata, Bupati Anton Hadjon lalu mengajak semua warga di bumi Lamaholot Flores Timur ini  untuk memaknai 3 makna penting yang terkandung pada Visi tersebut, yang salah satu diantaranya adalah mengajak seluruh masyarakat untuk boleh memberikan yang terbaik dari apa yang dimiliki untuk percepatan pencapaian Flores Timur yang Sejahtera itu.

Memahami sungguh aspek psikologis para pemilik lahan akibat penundaan tersebut,dirinya pun berjanji,pihak Pemkab Flotim akan terus mengupayakan pendekatan dengan para pemilik lahan.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment