Kades Dulijaya Ternyata Telah Sampaikan Niat Mundur Dari Jabatan Kades

Stef Suban Koten (bertopi) dan Petrus Dua Hayong. Foto : BNN / Emnir.

Titehena/BaliNewsNetwork.com- Warga  di Desa Dulijaya, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores mengingatkan Kepala Desa mereka, Maximus Pati Hayong untuk konsisten terhadap pernyataan pengunduran dirinya yang telah dia sampaikan sewaktu pembukaan pintu kantor desa yang disegel warga pada Minggu, 9 Mei 2021,pukul 16.00 wita lalu.

Stef Suban Konten dan Petrus Dua Hayong tatkala menemui BaliNewsNetwork.com, Sabtu (5/6) di Larantuka, membenarkan akan  janji pengunduran diri Kades Maximus Pati Hayong tersebut.

“Dia sendiri yang omong bahwa akan mengajukan pengunduran diri dalam minggu ini terhitung dari hari Minggu, 9 Mei 2021 itu .Dia sampaikan itu, disaat pembukaan penyegelan kantor desa yang kami segel.Kades dihadapan  kami dan 4 orang polisi, dia sampaikan bahwa akan ajukan pengunduran dirinya dan mengumumkannya kepada masyarakat.” tutur Stef Suban Koten dan Petrus Dua Hayong.

Bahkan kepada Stef Suban Koten,Kades Maximus Pati Hayong sempat meminta bantuan untuk menyampaikan ihkwal  pengunduran dirinya tersebut  kepada Camat Titehena.

“Dia (Kades) sendiri datang ke rumah saya dan meminta saya agar bertemu Pak Camat Titehena, dan  menyampaikn hal pengunduran dirinya itu. Dan atas permintaan itu,saya pun lalu mendatangi Kantor Camat di Lato. Karena Pak Camat waktu itu sedang tidak ada dikantor, saya lalu menyampaikan niat pengunduran diri Kades kami tersebut pada Pak Sekcam. Pak Sekcam berpesan,suruh dia ajukan surat pengunduran diri. Pesan itu pun saya sampaikan kepadanya. Namun hingga sekarang, tidak juga dilaksanakannya. Ada apa sebenarnya ?” ujar Stef Suban Koten.

Dirinya lantas kembali meminta Kades Maximus Pati Hayong yang adalah salah satu anggota keluarga besar mereka tersebut, untuk secara legowo mundur dari jabatannya, dan jangan paksakan diri bertahan mengikuti arahan pihak lain, termasuk Pemcam Titehena dan Wakil Bupati Flores Timur.

“Siapa bilang ini dugaan asusila ? Ini fakta ! Saya sendiri dimintanya jadi wakilnya dalam penyelesaian secara adat dalam forum Lembaga Pemangku Adat. Dan justru perbuatannya itu, membuat situasi di Desa kami tambah rusak. Ada banyak perbuatan yang sama yang tidak di urus.Mau lapor ke mana lagi, sedangkan Kadesnya juga bermasalah ? Nah, kenyataan-kenyataan itu,tidak dilihat oleh Camat dan Wakil Bupati. Bahkan melarang kami berbicara dalam pertemuan penyelesaian kasus ini di 11 Januari 2021 itu, dan menghasilkan keputusan berdasarkan pemikiran mereka ! Kami masyarakat ini yang mengalami langsung, bukan Camat dan Wakil Bupati ! “tegas Stef Suban Koten yang diamini Petrus Dua Hayong.

Keduanya lalu meminta Bupati Flores Timur, Anton Hadjon untuk segera memutuskan berdasarkan kewenangannya terhadap usulan Pemberhentian Kades Dulijaya yang telah dilayangkan BPD Dulijaya.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment