Datangkan Sabu dari Malaysia, Hambali Divonis 13 Tahun Penjara

Hambali bin Ahmad.(bnn/pro)

DENPASAR – Balinewsnetwork.com-Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan pidana 13 tahun penjara terhadap pria bernama Hambali bin Ahmad (38), terdakwa dalam kasus narkotika.

Dalam perkara ini majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 122 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan pidana penjara 13 tahun terhadap terdakwa dengan dikurangi masa penahanan serta pidana denda sebesar Rp 1 miliar, jika tidak dibayar dapat diganti dengan pidana penjara bulan,” kata majelis hakim yang dipimpin I Dewa Made Budi Watsara, Kamis (3/6/2021) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mendengar putusan melalui kuasa hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar, Hambali yang telah dilayar ke LP Nusakambangan menyatakan menerima.

Vonis terhadap pria yang disebut sebagai salah satu aktor sindikat narkotika jaringan Malaysia – Bali ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuli Peladiyanti yang sebelumnya menuntut pidana 15 tahun penjara.

Dalam sidang sebelumnya diterangkan, kasus yang menjerat terdakwa bermula dari Lasmanah alias Nana (51) (berkas terpisah) dihubungi seseorang bernama Brother (DPO) pada 15 Agustus 2020.

Saat itu Brother (DPO) meminta Nana untuk mencarikan orang guna menerima paket sabu kiriman dari Malaysia. Nana pun menyanggupi.

Pada tanggal 17 Agustus, Nana menemui terdakwa di Lapangan Lapas Kelas IIB Karangasem. Keduanya yang saat itu masih berstatus narapidana membicarakan soal paket sabu dari Malaysia di kantin Lapas.

“Nana berbicara kepada terdakwa bahwa keuntungan dari sabu yang dikirim dari Malaysia sebesar Rp 40 juta per 100 gram. Tergiur dengan keuntungan, terdakwa pun mau dan berkata akan mencari orang untuk menerima paket,” urai jaksa.

Pada tanggal 19 Agustus 2020, terdakwa mendapat orang bernama Aldo Putra Kurniawan (terdakwa berkas terpisah) serta alamat untuk menerima sabu yakni di Jalan Kebo Iwa Selatan, Gang Pandansari, Denpasar Barat.

Namun upaya pengiriman paket sabu melalui FedEx terendus petugas dari petugas kepolisian. Saat Aldo menerima isi paket, Senin (26/8/2020) sekitar pukul 12.30 Wita, ia dibekuk petugas yang sebelumnya telah berada tidak jauh dari lokasi.

“Dari pemeriksaan, petugas mengamankan sebanyak 177 gram sabu. Di sana selanjutnya dilakukan pengembangan hingga kemudian dilakukan penangkapan terhadap terdakwa,” beber jaksa.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment