Whatsapp Menyerah  Batasi Fitur bagi Pengguna yang Belum Setujui ‘Kebijakan Privasi’ Mereka

WhatsApp sebagai salah satu aplikasi chat yang telah dirilis sejak 2009 secara rutin memperbaharui kebijakan pengguna mereka, apalagi semenjak dibeli oleh facebook pada tahun 2014. Dengan kebijakan terbaru yang dirilis pada Januari 2021 tentang Kebijakan Baru ini akan mengizinkan WhatsApp untuk berbagi data dengan perusahaan induknya, Facebook. Karena beberapa masalah, WhatsApp menunda implementasi pembaruan kebijakan privasi ini yang seharusnya 8 Februari 2021 menjadi 15 Mei 2021.

Dalam penerapan kebijakan privasi baru tersebut pengguna dipaksa untuk menerima, jika pengguna belum atau tidak menyetujui kebijakan tersebut maka para penggunannya akan kehilangan beberapa fitur, seperti akses ke daftar percakapan yang dimiliki serta audio dan video calls. Pengumuman tersebut tidak hanya menjadi perhatian para pengguna, tetapi juga meingkatkan perhatian pemerintah diseluruh dunia.

Namun seiring waktu berjalan, pihak WhatApp sendiri kembali mempertimbangkan sikap yang mereka ambil. Dalam pernyataan kepada The Verge, juru bicara WhatsApp menyebutkan bahwa perusahaan memutuskan untuk tidak membatasi fungsi aplikasi bagi orang-orang yang tidak menerima kebijakan privasi baru setelah berdiskusi dengan pihak berwewenang dan pakar privasi.

WhatsApp mengatakan “Ini adalah rencana yang bergerak maju tanpa adanya batas waktu” dan tidak menyebutkan apakah masih ada kemungkinan untuk sekali lagi memaksa pengguna menerima pembaruan dari pihak WhatsApp.

WhatsApp telah memperbarui artikel dukungannya tentang pembaruan privasi untuk mengonfirmasi bahwa “tidak ada yang akan menghapus akun mereka atau kehilangan fungsinya.” Perusahaan juga mengklaim bahwa “mayoritas pengguna yang telah melihat pembaruan tersebut telah menerima”.**

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment