DLH Flotim Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Pasir Di Solor

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, Servulus Satel Demoor,S.Hut (berkameja putih) meninjau lokasi penambangn pasir di kawasan Kayo Mate,Desa Sulengwaseng,Kecamatan Solor Selatan, Jumad (18/5). Foto : BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com-  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur, menghentikan sementara aktivitas penambangan pasir di kawasan Kayo Mate, Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Jumad (28/5).

Kepada Mikhael Mike Melur,pemilik lahan tersebut, pihak DLH mewajibkannya untuk memenuhi segala ketentuan yang berhubungan dengan aktivitas pertambangan rakyat.

“Ini  yang dinamakan aktivitas pertambangan rakyat. Urusan pertambangan rakyat, menjadi kewenangan Pemerintah Pusat berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Oleh karena itu, kami rekomendasikan kepada pemilik lahan ini untuk menghentikan sementara kegiatan penambangan pasir di kawasan ini, dan mengharuskannya memenuhi segala ketentuan terkait kegiatan pertambangan rakyat pada UPT Pertambangan Kabupaten Flores Timur.”tegas Servulus Satel Demoor,S.Hut,Kadis DLH Flotim ketika meninjau lokasi penambangan pasir di lokasi milik Mike Melur tersebut.

Dihadapan Camat Solor Selatan, Yosep Damian Kelodor,S.Sos, dan beberapa tokoh masyarakat Desa Sulengwaaseng,dan pemilik lahan,serta anggota Babinsa Pos Ramil Solor Selatan, Servulus Satel Demoor yang didampingi beberapa kabidnya itu, lebih lanjut menekankan pentingnya perhatian pada aspek kelestarian lingkungan dalam kegiatan pertambangan rakyat itu.

“Kami bicara pada aspek lingkungan, sedangkan terkait rekomendasi pertambangan rakyat,itu menjadi kewenangan Pemerintah Pusat melalui UPT Pertambangan Kabupaten Flotim.Dari aspek lingkungan,kami tidak melarang kegiatan penambangan pasir di lokasi ini,namun kami mengingatkan agar tetap memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan. Adalah fakta bahwa di pulau Solor ini, untuk urusan pembangunan, menggunakan pasir laut. Walau demikian, harus tetap mentaati kaidah-kaidah kelestarian lingkungan itu.” tandasnya dengan terus menerus mengarahkan Mike Melur untuk menutup sementara aktivitas penambangan pasir pada lahannya itu, sambil berkoordinasi dengan pihak UPT Pertambangan Kabupaten Flotim.

Terhadap rekomendasi pihak DLH tersebut, Mike Melur pun mengamininya, dan siap melaksanakannya.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment