BAP dan Tersangka  Pemilik 100 Detonator Asal Parumaa-Sikka, Diserahkan Ke JPU Kejari Flotim

Dari kiri ke kanan : Kasi Sidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT,AKP Andi M.Rahmat Hidayat,S.I.K., Komandan Kapal KP.P.Batek XXII-3003,Bripka Rusli Usman, dan Kepala UPT PPI Amagarapati, Yohanes Juan Bulen ketika memberikn Keterangan Pers sebelum menyerahkan BAP,Tersangka HSS  dan Barang Bukti ke JPU Kejari Flores Timur, Senin (24/5. Foto : BNN/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com– Setelah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Tinggi NTT, sebagaimana Surat Kajati NTT  Nomor: B-1115 /N.3.4/Eku.1/ 05 /2021, tanggal 17 Mei 2021, pihak Penyidik DitPolairud Polda NTT  bersama personil Kapal KP.P Batek XXII-3003,  pun menyerahkan BAP dan Tersangka  HSS, warga Desa Parumaa, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka-NTT, bersama Barang Bukti dalam perkara tindak pidana dugaan memiliki, menguasai,dan membawa bahan peledak (detonator) kepada JPU Kejati NTT  U.P.JPU Kejari  Flores Timur, Senin, (24/5).

Bertempat di Kantor UPT PPI Amagarapati-Larantuka, , Dirpolairud Polda NTT, Kombespol Andreas Heri Susidarto, S.I.K melalui Kasi Sidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT,AKP Andi M.Rahmat Hidayat,S.I.K,yang didampingi Komandan Kapal KP.P.Batek XXII-3003, Bripka Rusli Usman, dan Kepala UPT PPI Amagarapati, Yohanes Juan Bulen, kepada wartawan menerangkan bahwa perkara tersebut , ditangani pihaknya berdasarkan  laporan Polisi Nomor : LP/06/III/ Ditpolarud pada tanggal  27 Maret 2021.

Penanganan perkara tersebut bermula dari penangkapan atas  diri HSS di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang  di Jumad,26 Maret 2021, sekitar pukul 09.25 wita oleh personil Kapal KP.P.Batek XXII-3003.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seseorang (pelaku) yang membawa bahan peledak,yang waktu itu sedang berada di areal  jalan di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Jumad,26 Maret 2021, pukul 10.45 wita, maka Tim (crew) Kapal Batek XXII-3003 pun meluncur ke alamat sebagaimana informasi warga itu.

Tim lalu melakukan penangkapan dan menemukan ada 100 batang detonator (bahan peledak)  dalam kemasan kotak (satu kotak) tanpa label.

Selanjutnya, HSS pun langsung digelandang ke Markas Unit Polairud Flores Timur untuk dilakukan penyidikan oleh Penyidik Ditpolairud Polda NTT berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/06/III/ Ditpolarud, tanggal 27 Maret 2021.

Barang Bukti

“Berdasarkan barang bukti dan sejumlah keterangan dalam proses penyidikan itu maka, HSS yang adalah warga RT 011/RW 004, Desa Parumaa, Kecamatan Alok Timur,Kabupaten Sikka,NTT lalu kita sangkakan dengan dugaan telah melakukan pelanggaran  Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak  dengan ancaman hukuman mati, atau hukuman penjara seumur hidup,atau hukuman  penjara setinggi-tingginya 20 Tahun.” urai Penyidik Ditpolarud Polda NTT, AKP Andi M.Rahmat Hidayat dan Komandan Kapal KP.P.Batek XXII-3003,Bripka Rusli Usman.

Barang Bukti  yang  berhasil ditemukan dan diamankan adalah 100 detonator, dan satu (1) unit Handphone merk Nokia warna Hitam,

Sedangkan terkait motif pelaku, baik AKP Andi M.Rahmat Hidayat dan Bripka Rusli Usman dalam penjelasan tersebut menerangkan, HSS  yang kini telah ditetapkan sebagai Tersangka itu diduga memiliki, menguasai, dan membawa bahan peledak  tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menjualkan kepada para nelayan lokal untuk digunakan sebagai bahan baku bom ikan rakitan.

“Proses penyidikan untuk perkara ini telah rampung dan telah dinyatakan lengkap, maka pada hari ini, segera setelah pemberian keterangan  kepada teman-teman wartawan ini,kami akan menyerahkan BAP dan Tersangka HSS bersama Barang Bukti kepada JPU Kejari Flotim. Semoga dengan penangkapan dan penanganan perkara ini,tidak ada lagi perilaku sebagaimana yang dijalankan Tersangka HSS ini.” tandas AKP Andi M.Rahmat Hidayat dan Bripka Rusli Usman .*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment