Miliki Senpi Tanpa Izin, Purnawirawan TNI Dituntut 1,5 Tahun

Ilustrasi.

DENPASAR – Balinewsnetwork.com – Purnawirawan TNI bernama Anak Agung Putra Asmara (64) yang kedapatan memiliki senjata api (senpi) jenis pistol pada sidang, Kamis (20/5/2021) dituntut hukuman 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun penjara.

Dalam sidang yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah memiliki senjata api ilegal.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (stbl.1948 nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia dahulu Nomor 8 Tahun 1948.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyenangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bukan, ” tegas Jaksa Kejari Denpasar itu dalam amar tuntutannya. Atas tuntutan itu majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Sementara dalam sidang, diterangkan, terdakwa ditangkap petugas kepolisian dari Polresta Denpasar di rumahnya Jalan Kebo Iwa Utara nomor 32, Banjar Batu Kandik, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat dilakukan pengeledahan, di dalam lemari pakaian terdakwa ditemukan sebuah tas slempang warna coklat merk “Kickers” berisikan sepucuk senjata api genggam bertuliskan MP-654K, CAL 4,5 mm, T11-0633497 Made In Rusia.

Kemudian gagang warna hitam berikut sebuah magazen dan 10 butir peluru tajam bertuliskan AP 32 AUTO di bagian bawanya serta sebuah sarung senjata (Holster) warna hitam.

Kepada polisi, terdakwa mengaku senjata api tersebut ia beli di Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur sekitar tahun 2019. Senjata kemudian disimpan di  dalam lemari pakaian di kamar terdakwa.

“Bahwa tujuan terdakwa membeli senjata api adalah untuk jaga diri. Bahwa terdakwa tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang,” urai jaksa.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment