Buka Kelas Orgasme, Pria Asal Kanada Dideportasi

Christopher Kyle Martin (tengah) dideportasi ke negara asalnya.(BNN/ist)

Denpasar | Belinewsnetwork.com – Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali akhirnya mendeportasi warga negara asing (WNA) asal Kanada bernama Christopher Kyle Martin, Nunggu (9/5/2021).

Christopher Kyle Martin dideportasi karena berencana membuka kelas kegiatan Yoga di Bali bertajuk “Tantric Full Body Orgasm” di Bali. Tindakan tegas dilakukan pihak Imigrasi mengacu pada Pasal 75 huruf a UU No.6 tahun 2016 tentang Keimigrasian.

Terungkapnya perbuatan Christopher Kyle Martin berawal dari viralnya promosi dan informasi di media mainstream maupun media
elektronik tentang rencana kegiatan Yoga di Bali bertajuk “Tantric Full Body Orgasm” yang diselenggarakan oleh orang asing.

Dan ini nampaknya mendapatkan perhatian
yang luas dari masyarakat, anggota legislatif, pemerintah pusat dan Gubernur Bali.

“Kegiatan yoga ini sangat bertentangan dengan
kebudayaan Indonesia khususnya kebudayaan Bali yang memegang teguh adat istiadat dan norma agama, ‘ beber Jamaruli Manihuruk, Kepala Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali.

” Gubernur Bali memberikan perhatian secara khusus dalam masalah ini dan meminta Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali untuk melakukan tindakan tegas kepada orang asing tersebut,” lanjut Jamaruli Manihuruk.

Dikatakan pula, dari hasil penyidikan, pria kelahiran Winnipeg, 12 November 1983 itu berhasil diamankan petugas di Uluwatu Village House Gg. Rarud No 4 Pecatu, Badung. Dalam keterangannya mengakui bahwa acara Yoga Tantric Full Body Orgasm sudah lama diiklankan dan lupa dihapus.

Acara Yoga tersebut, kata Kyle rencananya akan diselenggarakan pada tahun 2020 di Karma House of Tattos Jalan Penestanan No 8 Ubud Bali, tetapi ditunda hingga tahun 2021 karena yang bersangkutan tidak memiliki sertifikat sebagai instruktur yoga dan tidak memiliki ijin kerja.

“Yang bersangkutan menjelaskan bahwa yoga ini tidak memiliki kandungan sexualitas dikarenakan berbeda dengan genital orgasm dan lebih banyak mempelajari tehnik pernafasan,” jelasnya.

Untuk mengikuti yoga ini peserta diminta untuk membayar 20 euro sudah termasuk membayar sewa tempat dan makanan pada saat acara berlangsung. “Selama di Indonesia, WNA ini hanya menggunakan izin tinggal kunjungan,” imbuh Jamaruli.

Dari kesimpulan hasil penyidikan, ditegaskan Jamaruli bahwa pemilik No Paspor : HN706178 dinyatakan selama berada di Indonesia khususnya Bali tidak menghormati adat istiadat serta budaya Bali dan sesuai dengan pasal 75 huruf a UU No 6 tahun 2016 tentang Keimigrasian.

Dan selanjutnya, demikian Jamaruli meyakinkan bahwa telah dilakukan pendeportasian, Minggu 9 Mei 2021 pukul 15.20 Wita direncanakan tiba di
Soekarno Hatta pada pukul 16.50 Wib kemudian melanjutkan Penerbangan dari Jakarta – Doha – Kanada menggunakan penerbangan Qatar Airways pada Hari Senin Dini Hari pukul 01.00 Wita.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment