Tidak Ada Pemberhentian Guru Kontrak di SMA Negeri I Larantuka

Kepala SMA Negeri I Larantuka, Drs.Yakobus Milan Betan. Foto: BNN /Dok.2017.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Lembaga Pendidikan SMA Negeri I Larantuka,Kabupaten Flores Timur akhirnya secara resmi menanggapi serangan facebokers yang tersasarkan pada Managemen sekolah tersebut sehubungan dengan berakhirnya status GR,S.Ag,sebagai pengajar (Guru Tenaga Kontrak ) di 1 Juli 2020 silam.

Bertempat diruang kerjanya,Jumad (14/8), Kepala SMA Negeri I Larantuka,Yakobus Milan Betan yang  didampingi oleh Ketua Komite Sekolah , Frans Wuring Basa,  Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Maria Ines Belang, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum,  Sirilus Bali Sabon, dan Wakil Kepala Sekolah Sarana Prasarana, Maksilianus  Kolin serta Wakil Kepala Sekolah Humas, Silvester Witin terkait polemik tersebut secara tegas menandaskan bahwa, tidak benar  dan tidak pernah terjadi pemecatan  atau pemberhentian terhadap GR .

Yang terjadi, demikian Yakobus Milan Betan dalam penegasan lanjutannya adalah, masa kontrak GR yang tercatat sebagai salah seorang Guru Tenaga Kontrak itu telah berakhir dan tidak diperpanjang lagi.

“Jadi letak persoalannya disitu, masa kontraknya telah berakhir,dan tidak diperpanjang lagi ! Peristiwa ini sebetulnya tidak perlu terjadi kalau kita paham betul soal etika dan prosedur atau tata cara dalam ikatan kerja berdasarkan kontrak itu! Kalau orang paham akan hal ini, maka tentu tidak akan terjadi sebagaimana yang kini viral! Sekali lagi kami tegaskan, tidak pernah ada pemecatan atau pemberhentian  saudara, adik kita,GR. Secara hukum, yang bersangkutan sudah tidak ada ikatan lagi dengan Lembaga Pendidikan SMA Negeri I Larantuka karena memang masa kontraknya telah selesai, dan tidak diperpanjang lagi. Sehingga berita-berita yang ramai  terposting di medsos  soal pemecatan itu, tidak ada dan tidak benar! Kepala sekolah mana yang memecat atau memberhentikan orang yang tidak ada ikatan kerja? Itu logikanya bagaimana?,” tandas Yakobus Milan Betan .

Tak banyak berkisah, Kepala SMA Negeri I Larantuka itu  lantas mempersilahkan Wakasek Humas, Silvester Witin, membacakan press release yang dihasilkan dalam pertemuan antara Pimpinan Lembaga Pendidikan tersebut bersama Ketua Komite Sekolah dan guru-guru senior sebelum penyampaian keterangan pers tersebut.

Dan inilah Press Release Terkait Pemutusan Kontrak Kerja Guru dan Tenaga Kepedidikan pada Lembaga Pendidikan SM Negeri 1 larantuka:

  1. Guru dan Tenaga Kependidikan di SMA Negeri terdiri dari PNS dan Non PNS.
  2. Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS yang bekerja di SMA Negeri I Larantuka,diatur dengan Kontrak Kerja dengan jangka waktu 1 (satu) tahun pelajaran berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMA Negeri I Larantuka.
  3. Kontrak Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS di SMA Negeri I Laantuka berlaku selama satu tahun pelajaran yaitu mulai 01 Juli tahun berjalan sampai dengan 31 Juni tahun berikutnya.
  4. Perpanjangan dan pemutusan kontrak berdasarkan keputusan Kepala SMA Negeri I Larantuka setelah mendapat pertimbangan secara kelembagaan dengan mendengarkan pendapat dari Komite Sekolah SMA Negeri I Larantuka.

Ketua Komite  SMA Negeri I Larantuka,Frans  Wuring Basa  ketika dimintai tanggapannya terkait peristiwa tersebut mengatakan apapun keputusan sekolah, pihaknya meyakini itu sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan keberadaan diri setiap mereka yang berada dalam Lembaga pendidikan itu.

“Saya sudah 3 tahun menjadi Ketua Komite di Sekolah ini, dan saya sangat mengenal Kepala Sekolah dan Guru-Guru di sini. Saya yakin sungguh, apapun keputusan tersebut berangkat dari pertimbangan matang, tidak serta merta,tidak  atas  dasar suka,tidak suka ! Keputusan tersebut adalah bagian dari evaluasi kinerja, dan ini juga merupakan sebuah kesempatan baik untuk saling berevaluasi. Bahwa sekolah perlu berbenah ya. seperti soal-soal  admnistrasi yang perlu lebih tertib lagi, supaya tidak terjadi kisruh. Dan ketika terjadi kisruh, kita langsung menunjukkan dasar pijakannya, dan tentu,semua orang akan paham.Sebagai Ketua Komite, saya mendukung keputusan tersebut !,” tandas Frans Wuring Basa.

Berbeda dengan Kepala Sekolah dan Ketua Komite itu,GR,yang dikonfirmasi terpisah mengaku sangat kecewa terhadap  ketidakadilan yang dialaminya itu.

Sembari meriwayatkan kisah percakapan di  grup WhatsApp Sekolah yang baginya tidak ada masalah hingga menerima SK Perpanjangan  Kontrak di Bulan Maret 2020 yang kemudian di batalkan lagi oleh Kepala Sekolah SMA Negeri I Larantuka,serta usaha  pendekatan dirinya  dengan pemimpin di Lembaga Pendidikan itu hingga berakhir pada Surat bernomor 168/1.21.25/SMAN.1/MN/2020 tertanggal 12 Agustus 2020, bagi GR, sangat tidak masuk akal.

Olehnya, GR akan membawakn persolan itu ke rana lain. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment