New Normal di Flotim, Kepadatan di Pasar Larantuka Belum Terurai, Bupati Minta Perindag Lebih Progresif

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon. Foto: BNN/Doc./Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Arus kepadatan kian terlihat di kawasan pasar daerah Ekasapta-Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Walau sebelumnya, Bupati Flores Timur telah mengeluarkan edarannya untuk memaksimalkan pasar Oka-Lamawalang di situasi Covid-19 tersebut sebagai langkah mengurai kerumuman, namun strategi mengurai kepadatan tersebut belum nampak oleh pandangan mata.

Seiring dengan pergantian status darurat Covid-19 ke New Normal, Bupati Flores Timur, Anton Hadjon di Kamis (18/06) meminta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur, agar lebih progresif mengurai kepadatan di lokasi pasar Larantuka dan memaksimalkan  fungsi pasar Oka–Lamawalang  tersebut.

“Kita sudah memasuki masa New Normal, dan masih terlihat di pasar daerah di Ekasapta, kepadatan yang belum terurai. Kita telah melakukan himbauan agar pedagang dari wilayah barat dan para pembeli di wilayah barat kota Larantuka ini dapat memanfaatkan pasar Oka-Lamawalang di situasi Covid ini, agar kepadatan tidak menumpuk di pasar Larantuka yang di Ekasapta. Nah, hari ini, saya bersama jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian memantau lokasi pasar Oka ini dan saya minta agar Pak Kadis dan jajarannya untuk lebih progresif mengurai kepadatan di Pasar Larantuka dengan memaksimalkan aktivitas pasar di sini,” ujar Bupati Flores Timur, Anton Hadjon.

Berjalan ke arah itu, Bupati Anton Hadjon pun menegaskan akan menata ulang jadwal pasar Oka-Lamawalang. Kapan mulai jadi pasar harian, akan kita jadwalkan ulang, demikian Anton Hadjon dalam penjelasan tambahannya sembari meminta Kadis Sipri Ritan untuk membangun koordinasi dengan para pelaku pasar di wilayah barat Kota Larantuka.

Dua bulan sudah, barisan Sipri Ritan itu terus mengajak dan menghimbau baik para pedagang maupun masyarakat pembeli untuk memanfaatkan pasar Lamawalang. Beberapa pedagang pun telah berusaha tetap berada di pasar Oka setelah hari pasarnya, namun terbentur pada ‘menghilangnya’ para pembeli. Alhasil, pedagang pun akhirnya kembali lagi ke pasar yang tenar bernama pasar inpres Larantuka itu.

Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Sipri Ritan. doc.

Dihadapan Bupati Anton Hadjon, Kadis Sipri Ritan memaparkan sejumlah temuan hasil pantauan pihaknya yang telah terbawakannya dalam maping mengurai kepadatan yang tersentral di pasar Larantuka itu. Butuh kesolidan Tim Pemkab Flotim, begitulah lecutan usulan yang tersampaikan Kadis Sipri Ritan kepada Bupati Anton Hadjon.

Intensitas komunikasi dan pendekatan pun terus dilakukan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Melalui para Camat di wilayah Barat Kota Larantuka, pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian pun telah meneruskan Surat Edaran Bupati Flotim tersebut untuk terus digaungkan ke masyarakat.

“Kita sudah mencobanya, namun kendalanya adalah pembeli yang dominan ke atas, ke pasar daerah atau pasar inpres itu. Karenanya, pedagang pun akhirnya kembali lagi ke atas! Kami terus melakukan himbauan dan berkoordinasi dengan para camat di wilayah barat kota Larantuka ini untuk terus melakukan himbauan, baik kepada para pedagang dan masyarakat umum agar dapat memanfaatkan pasar Oka-Lamawalang ini. “Pak Bupati, kita butuh kesolidan Tim Pemkab untuk urusan yang satu ini!,” urai Sipri Ritan sembari menggelar rapat koordinasi singkat dengan barisannya usai Bupati Anton Hadjon meninggalkan kawasan pasar Oka-Lamawalang tersebut. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment