Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH. Foto: BNN/Doc/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Walau belum semuanya, namun belasan warga Dusun Tiga (3)-Binongko, Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur-NTT akhirnya dengan riang menjalani pemeriksaan Rapid pada Kamis (11/6). Kerelaan warga Dusun Binongko tersebut ternyata lahir berkat gaya pendekatan budaya yang dilakukan Wakil Bupati Flores Timur,Agustinus Payong Boli di Rabu (10/6).

Setelah mengikuti perkembangan yang terjadi di Desa Sagu pasca terumumkan hasil pemeriksaan spesimen AL (55) seorang pelaku perjalanan klaster Gowa, terkonfirmasi Positif Covid-19 serta  warna-warni argumentasi  dan aksi penolakan pelaksanaan Test Rapid (dua kali) oleh warga hasil contact tracking, Wakil Bupati Flores Timur tersebut pun menyambangi Desa Sagu dan melakukan pertemuan bersama warga Binongko, di kediaman pewaris Kerajaan Adonara, Ridwan Bapa Kamba.

Menyentuh hati dalam spirit Budaya Lamaholot, begitulah Agus Boli memadukan kekuatan budaya dan agama melalui personil-personil kedua komponen tersebut, dan memberikan edukasi persuasif humanis kepada warga.  Aura si Deket Nusa Tadon Adonara yang senantisa terpancar bersamaan aliran koda (perkataan) dari mulut “istri” politik Bupati Anton Hadjon itu pun membuahkan hasil gemilang!

“Terima kasih Pak Wabup yang sudah turun langsung, datang bersama kami, bertemu warga dan memberikan kami peneguhan serta spirit yang mampu membangkitkan kepercayaan diri kami untuk menjalani Test Rapid tanpa ada rasa tanpa takut. Walau kadang keras dan tegas, namun kehadiran Bapak Wakil Bupati hari ini dengan gaya komunikasi budaya-adat yang luar biasa mampu mencairkan dan meluluhkan hati kami, warga dusun 3 Binongko ini. Kami sangat puas dengan kehadiran pemimpin kami! Kami bangga pada Pak Wabup yang adalah putra Adonara kami,” ungkap Azis Bapa Begu salah seorang Tokoh Masyarakat di Dusun Binongko Desa Sagu dalam pertemuan tersebut.

Ditemuai secara terpisah di ruang kerjanya, Kamis (11/6) Wabup Agus Boli sembari memperlihatkan foto-foto pelaksanaan pemeriksaan Rapid yang sedang berlangsung di Puskesmas Sagu yang terkirim kepadanya, tak mampu menyembunyikan keharuannya.

Walau terlaporkan baru 12 warga wilayah Binongko yang mengikuti pemeriksaan tersebut, dan akan dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya, namun Wabup Agus Boli lagi-lagi tak mampu memungkiri kepuasan dirinya. Kombinasi tugas pengabdian dan pelayanan yang teremban oleh dirinya bersama Bupati Anton Hadjon, serta kebersatuan hati dalam tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Flores Timur, memacu dirinya untuk segera menyelesaikan kemelut penolakan pelaksanaan Test Rapid bagi warga yang diduga pernah melakukan kontak erat dengan Pasien 02 itu.

“Saya mengikuti dengan baik perkembangan yang terjadi di Sagu sehubungan dengan penolakan pelaksanaan Rapid tersebut. Sudah dua kali,Tim Gugus Tugas Adonara dan Kabupaten bersama Pemdes Sagu melakukan pendekatan persuasif, namun tetap ada penolakan. Buntut dari itu, warga Sagu dilarang masuk ke wilayah sekitarnya! Saya lalu memutuskan untuk turun langsung ke sana, dan saya lakukan itu di hari Rabu (10/6) kemarin. Saya gunakan pendekatan Budaya Lamaholot! Saya temui Pemimpin Lewo (Kebelen Lewo)-pewaris kerajaan Adonara, Bapak Ridwan Bapa Kamba, dan Tokoh-Tokoh Agama serta Tokoh-Tokoh yang berpengaruh di sana, dan bersama-sama kami  melakukan pertemuan dengan warga. Puji Tuhan, mereka akhirnya menyatakan dengan riang menjalankan pemeriksaan Rapid hari ini, termasuk istri Pasien 02. Persoalan lain, akan kita urai dan selesaikan setelah semua mereka yang telah terdata itu menjalankan Test Rapid!,” ungkap Wabup Agus Boli. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment