Bupati Anton Hadjon dan  Wakil Bupati Agus Boli ketika memberikan penjelasan kepada warga penghuni karantina Emaus-Weri, Kecamatan Larantuka belum lama ini. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Hasil pemeriksaan sampel SWAB  milik suami Pasien 01 Kabupaten Flores Timur  dan sampel SWAB kepunyaan seorang PDP asal Kecamatan Wulanggitang  yang meninggal dunia beberapa waktu lalu oleh pihak Laboratorium Kesehatan Daerah NTT memperlihatkan hasil Negatif! Seiring dengan selesainya  masa isolasi pada Ruangan Isolasi Khusus di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, suami RB tersebut pun kembali dipindahkan ke hunian karantina Emaus-Weri, Kecamatan Larantuka.

Bupati Flores Timur,Antonius Hubertus Gege Hadjon yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com usai mengikuti Sidang Paripurna Penyerahan Hasil Pansus DPRD Flores Timur terhadap LKPJ Bupati Flores Timur, Senin (18/5) mengungkapkan dua hasil pemeriksaan sampel SWAB tersebut.

“Pemeriksaan dua sampel SWAB, masing-masing suami Pasien 01 Flores Timur dan seorang PDP yang meninggal dunia asal Kecamatan Wulanggitang itu, hasilnya Negatif! Sambil menanti hasil pemeriksaan sampel SWAB tahap Keduanya, yang bersangkutan kembali dipindahkan dari Ruangan Isolasi Khusus RSUD Larantuka ke Rumah Karantina Emaus-Weri,” ungkap Bupati Anton Hadjon sembari menggambarkan kondisi Rsln sehat adanya.

Sembari  menanti hasil pemeriksaan terhadap 9 sampel SWAB tahap II  bagi warga klaster Lambelu-Maumere yang tergabung dalam kelompok SWAB Pertama (Laboratorium Eijkman Jakarta) serta ke-7 sampel SWAB Tahap Pertama (suami RB sudah terumumkan Negatif) bagi ke-17 eks penghuni rumah karantina SKB Dinas PKO Flotim dan Emaus tersebut, serta hasil pemeriksaan SWAB Pertama bagi seorang warga Kecamatan Wulanggitang yang sebelumnya menjalani karantina di Maumere (Sikka) ,dari pihak Laboratorium Kesehatan Daerah NTT, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaen Flores Timur juga akan melaksanakan  prosedur SWAB Tahap Pertama bagi  seorang warga Kecamatan Adonara klaster Gowa dan seorang dari Kecamatan Adonara Timur yang terdata dalam klaster Magetan.

‘Kita terus melakukan penelusuran terhadap kemungkinan masih adanya warga kita yang tergabung dalam klaster-klaster  yang tersebutkan Pemerintah Pusat sebagai Zona Merah ini. Kita memang telah berhasil mengidentifikasi 4 warga Kecamatan Adonara  klaster Gowa dan seorang dari Adonara Timur,klaster Magetan. Untuk ke-4 mereka (Klaster Gowa) di pemeriksaan Rapid Kedua, seorang diantaranya Reaktif, dan telah kita pindahkan ke Ruangan Isolasi Khusus RSUD Larantuka di Hari Minggu kemarin dan akan menjalani prosedur SWAB. Sedangkan seorang dari Klaster Magetan,baik pada Test Rapid Pertama dan Kedua, hasilnya Non Reaktif. Walau demikian, kepadanya kita tetap menjalani prosedur SWAB,” tandas Anton Hadjon yang juga adalah Ketua Umum Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur tersebut.

Dengan demikian Ruangan Isolasi Khusus pada RSUD Larantuka kini masih ditempati dua orang. Seorang diantaranya adalah RB, Pasien 01 Flotim (Klaster Lambelu-Maumere) dan seorang pelaku perjalanan yang teridentifikasi dalam klaster Gowa-Reaktif Rapid Test (II). Keduanya berasal dari desa yang sama di Kecamatan Adonara. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment