Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pemerintah Kabupaten Flores Timur memang sedang tidak menutup mata terhadap keberadaan para mahasiswa asal Flores Timur yang sedang mengenyam pendidikan di luar Kabupaten Flores Timur. Pilihan sikap untuk tidak pulang kampung di situasi pandemi Covid-19 ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Satu Milyar Rupiah dari total Enam Milyar dana Jaring Pengaman Sosial pun telah terpeta-kan Pemkab Flotim  untuk membantu para mahasiswa asal Flotim yang sedang menuntut ilmu di luar Flotim.

“Memang sejak Negara kita dilanda pandemi Covid-19, Kami pun terus melakukan himbauan kepada semua warga Flores Timur, termasuk para mahasiswa kita yang sedang berada di luar Flotim untuk tidak pulang dulu ke Flotim. Pilihan sikap untuk tidak pulang ini sungguh membantu Pemerintah Kabupaten dan masyarakat di daerah ini. Sambil melakukan kajian terhadap ruang-ruang kebijakan serta kesiapan anggaran, dan menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan DPRD Flores Timur, maka kami lalu mengalokasikan  Satu (1) Milyar Rupiah dari total Enam (6) Milyar dana JPS (dari total 14 M Anggaran Penanganan Covid-19) untuk membantu para mahasiswa kita yang kini tetap berada di kota-kota tempat mereka mengenyam pendidikan,” urai Bupati Flores Timur, Anton Hadjon tatkala dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com, Selasa (19/5) terkait  pemanfaatan  dana JPS  tersebut.

Lanjutnya, komitmen  itu  pun telah disampaikan Bupati Anton Hadjon dalam Forum Paripurna DPRD Flores Timur: Penyerahan Rekomendasi  Pansus DPRD  Flotim atas LKPJ Bupati Flotim, Senin (18/5). Selanjutnya, secara teknis, Tim Pemkab akan melakukan pendataan dan menyiapkan format pendaftaran secara online.

“Memang tidak untuk semua keperluan, namun kita membantunya sedikit, selama tiga bulan. Kita akan bantu Rp 100.000 per mahasiswa per bulan! Setelah melakukan pendataan, dan menyiapkan format pendaftaran secara online, barulah kita sebarkan format pendaftarannya. Bila semuanya telah terdaftar, maka kita salurkan bantuan itu,” ujar Bupati Anton Hadjon.

Sebelumnya, dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 bersama DPRD Flotim, anggota Fraksi PKB DPRD Flotim, Ben Baon,menyerukan kepada pihak Pemkab Flotim untuk juga membantu para mahasiswa Flotim yang sedang mengenyam pendidikan diluar Flotim yang memilih untuk tidak kembali ke Flotim di situasi pandemi Covid-19 ini.

“Mereka telah membantu  Pemerintah dengan memilih  tidak pulang, tetap berada di kota-kota tempat mereka belajar. Lakukan pendataan, dan manfaatkan dana JPS tersebut untuk juga membantu mereka. Mereka adalah aset daerah Flores Timur, yang juga terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini,” seru Ben Baon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkab Flotim terkait percepatan penanganan Covid -19 telah ‘mengumpulkan’ 14 Milyar dari APBD TA 2020. Dari total angka tersebut, 6 Milyar diperuntukkan untuk Penanganan Kesehatan, 2 Milyar untuk Penanganan dampak Ekonomi, serta 6 Milyar untuk Jaring Pengaman Sosial. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment