Seorang Warga Adonara Klaster Gowa, Dipindahkan ke Ruangan Isolasi Khusus RSUD Larantuka

Areal Isolasi Khusus RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, Kabupaten Flores Timur-NTT. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur kembali melakukan pemindahan seorang pelaku perjalanan klaster Gowa asal Kecamatan Adonara dari kampung asalnya ke Ruangan Isolasi Khusus RSUD Hendrikus Fernandez  Larantuka, Minggu (17/5) pagi.

Selain karena oknum tersebut diketahui Reaktif  atas hasil Rapid Test Kedua yang dilaksanakan pada Jumat (15/5), pertimbangan pemindahan tersebut untuk memudahkan penanganan Tim Medis dan memudahkan prosedur SWAB serta untuk menciptakan rasa aman bagi warga setempat.

Ketua Umum Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Kabupaten Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon yang dikonfirmasi  BaliNewsNetwork.com, Sabtu (16/5) membenarkan rencana pemindahan  tersebut pasca pelaksanaan Test Rapid Tahap II terhadap keempat pelaku perjalananan yang berhasil teridentifikasi dari Klaster Gowa itu.

“Yang bersangkutan baru diketahui Reaktif atas hasil pemeriksaan Rapid Kedua kemarin. Sebelumnnya di Test Rapid Pertama, keempat mereka Non Reaktif. Nah, untuk memastikan apakah yang bersangkutan sedang terkontaminasi Covid atau tidak, maka harus dengan pemeriksaan sampel SWAB-nya. Untuk memudahkan prosedur SWAB tersebut serta untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat di sana, maka  yang bersangkutan kita pindahkan dari kampung asalnya ke Ruangan Isolasi Khusus pada RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka,” jelas Anton Hadjon yang adalah Bupati Flores Timur itu.

Kabar pemindahan tersebut pun dibenarkan oleh Direktur RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, dokter Sanny. “Benar, ada seorang pelaku perjalanan dari klaster Gowa. Masuk kemarin pagi (Minggu,17 Mei 2020)!,”  ujar doker Sanny menjawab pengkonfirmasian BaliNewsNetwork.com melalui salurah WhatsAppnya, Senin (18/5) pukul 09.10.08 Wita.

Adapun rencana pengambilan sampel SWAB terhadap oknum tersebut akan terjadi pada Rabu (20/5) lusa, mengikuti jadwal penyeberangan  armada milik PT.ASDP (Persero) rute Larantuka-Kupang. Selanjutnya sampel SWAB tersebut akan diberangkatkan ke Kupang dan menjalani pemeriksaan pada Laboratorium Kesehatan Daerah Propinsi NTT.

Selain berhasil mengidentifiksi warga Flores Timur yang mengikuti kegiatan keagamaan di Gowa  pada  pertengahan Maret 2020 silam serta melakukan penanganan terhadap mereka sebagaimana protap penganan Covid-19, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur pun telah melaksanakan Test Rapid terhadap seorang pelaku perjalanan asal Kecamatan Adonara Timur yang teridentifikasi dalam klaster Magetan.

“Kita sudah lakukan Test Rapid Pertama dan Kedua terhadap seorang  pelaku perjalanan yang teridentifikasi dalam klaster Magetan itu. Baik pada  pemeriksaan Rapid Pertama dan Kedua, yang bersangkutan Non Reaktif. Dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sampel SWAB. Selain itu, kita juga telah melakukan pengambilan sampel SWAB pada seorang pelaku perjalanan asal Kecamatan Wuanggitang  yang tercatat dalam klaster Lambelu-Maumere. Oknum ini ketika tiba dengan Kapal Lambelu di Maumere, menjalani masa karantina di Maumere. Ketika yang bersangkutan pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Wulanggitang. dan dengan mengikuti perkembangan yang terjadi di Kabupaen Sikka, maka Tim pun lalu menjemputnya untuk menjalani prosedur SWAB. Pengambilan SWAB-nya sudah kita lakukan dan kirim ke Kupang, kini menanti hasil pemeriksaan tersebut. Yang bersangkutan telah  kita pulangkan ke kampung asalnya  dan tetap dalam pemantauan dan penanganan Tim Satuan Gugus Tugas Desa dan Kecamatan,” urai Bupati Anton Hadjon.

Bupati Anton Hadjon pun menghimbau agar seluruh warga di Kabupaten Flores Timur tetap patuh menjalankan semua instruksi terkait pencegahan Covid-19 itu. Bagi para pelaku perjalanan, Bupati Flores Timur tersebut pun meminta mereka untuk lebih jujur meriwayatkan asal muasal perjalanan mereka kepada Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada semua tingkatan. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment