Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengikuti sidang secara virtual di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar. 

Denpasar | balinewsnetwork.com – Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar ke-VIII masa persidangan II dengan agenda pembacaan pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Denpasar Tahun Anggaran 2019 digelar Senin (5/4/2020).

Suasana tak biasa nampak pada pelaksanaan Sidang Paripurna kali ini, dimana sebagian besar peserta sidang termasuk undangan mengikuti seluruh rangkaian sidang secara virtual. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede tersebut dihadiri langsung dan virtual oleh sebanyak 44 anggota dan pimpinan dewan.

Beberapa anggota DPRD Kota Denpasar mengikuti sidang secara langsung di Ruang Rapat Paripurna, ada pula yang di Ruang Fraksi serta ruang Komisi.

Tak jarang ada yang dari kediaman masing-masing. Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengikuti sidang secara virtual di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar.

Walikota Rai Mantra dalam Pidato Pengantarnya mengatakan bahwa LKPJ merupakan progres report pelaksanaan tugas atau laporan pencapaian kinerja dalam satu tahun anggaran.

Karenanya, mekanisme LKPJ merupakan wahana untuk saling berbagi peran dalam menganalisis kondisi kinerja pemerintah daerah yang telah dilakukan sepanjang Tahun Anggaran 2019.

Pada kesempatan tersebut,Walikota, IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Wakil Walikota, I G.N.Jaya Negara juga menyampaikan beberapa poin penting, diantaranya capaian pelaksanaan program dan kegiatan serta permasalahan dan upaya penyelesaian. Kebijakan strategis yang ditetapkan pemerintah, serta tindak lanjut rekomendasi dari dewan.

Rai Mantra mengatakan, secara umum laju pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 lalu tercatat 5,84 persen. Terkait upaya menjaga daya beli masyarakat, inflasi di Kota Denpasar pada tahun 2019 turun menjadi 2,37 % dari 3,40 % pada tahun 2018.

Sedangkan perkembangan penduduk miskin mengalami penurunan dari tahun 2018 yang sebesar 2,24% turun menjadi 2,10 % di tahun 2019.

Sementara pada sektor pembangunan, pendidikan, kesehatan dan perekonomian rata-rata mengalami kenaikan sehingga memberi kontribusi terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Denpasar dari 83,30 ditahun 2018 menjadi 83,68 ditahun 2019.

Lebih lanjut dijelaskan, secara umum realisasi pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp. 2.120 Triliun lebih ini sampai berakhirnya Tahun Anggaran 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 2.193 Triliun rupiah lebih atau 103,45 persen.

Sedangkan untuk belanja daerah yang direncanakan Rp. 2,185 Triliun lebih ini telah terealisasi Rp. 2.055 Triliun lebih atau 94,03 persen yang terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung.

Sementara untuk pembiayaan daerah dengan penerimaan direncanakan Rp. 259 Milyar lebih dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan Rp. 323 Milyar yang keduanya telah terealisasi 124,85 persen.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment