Seorang Pelaku Perjalanan di Flotim Meninggal Dunia

Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Kecamatan Solor Barat  melakukan penyemprotan disinfektan terhadap  para pelayat. Foto: BNN/doc.ags./Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Seorang pelaku perjalanan di desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, menghembuskan napas terakhirnya di tempat dirinya menjalani masa karantina mandiri, Kamis (9/3) sekitar pukul 10.00 Wita.

Sejak tiba di kampung halamannya, Senin (6/4),  DPB  (23), pelaku perjalanan dari Jakarta tersebut langsung menjalani masa karantina mandiri di hunian yang telah disiapkan Pemerintah Desa Lamawohong.

Hingga menghembuskan napas terakhirnya, DPB tidak mengalami batuk, pilek, maupun demam. Dirinya hanya mengeluhkan sakit  gigi.

“Selama pemantauan, terhitung sejak dirinya tiba  tanggal 6 April 2020 itu, tidak batuk, tidak pilek maupun demam. Keluhan utamanya hanya sakit gigi dan bengkak pada gusi. Tanggal 7 April 2020, dokter bersama tim medis PKM Ritaebang bergerak menuju desa Lamawohong untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keluhannya itu. Namun ketika sampai pada pintu masuk desa Kalelu, sedang terjadi pelaksanaan ritual adat, sehingga dokter bersama tim medis tidak diizinkan lewat. Keluhannya tunggal, sakit gigi,” jelas Kepala PKM Ritaebang, Darius Sabon Ama menjawab  konfirmasi BaliNewsNetwork.com melalui saluran WhatsApp, Kamis (9/4) pukul 15.18 Wita.

Hal senada itu pun dibenarkan Kepala Desa Lamawohong, Dominikus G. Kewuan dalam perbincangan bersama BaliNewsNetwork.com di kawasan pelabuahn Desa Pamakayo sebelum dirinya melanjutkan perjalanan ke Lamawohong.

Setelah mendapat kabar tentang kematian pelaku perjalanan tersebut, Kades Domi Kewuan langsung membangun koordinasi dengan Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid tingkat Kecamatan Solor Barat.

“Walau dalam pemantauan kami, yang bersangkutan hanya mengeluhkan sakit gigi, namun dalam kondisi waspada Covid-19 ini, saya langsung membangun koordinasi dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kecamatan Solor Barat. Saya langsung  kontak Kepala PKM Ritaebang, dan pihak Kepolisisan Pospol Solor Barat serta  Babinsa Koramil Solor Barat untuk melakukan pemeriksaan atau pemantauan  terakhir. Iya walau menyadari peralatan kita sangat tidak memadai, namun dalam situasi ini, kita  harus patuh terhadap protap  percepatan penanganan Covid-19 ini,” ujar Kades Domi Kewuan dengan terus mengutarakan kalau DPB hanya menderita sakit pada areal giginya.

Setelah menjalani pemantauan akhir dan berkonsultasi dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur, jenaza DPB  dimakamkan sebagaimana proses pemakaman normalnya. Walau demikian kepada anggota keluarga yang telah melakukan kontak langsung, diarahkan tim untuk melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment