Dokter Agutinus Ogie Silimalar, Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur. Foto: BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork-Berbeda dengan kenyataan sewaktu KMP Ferry Ranaka tiba di pelabuhan Waibalun-Larantuka, Jumat (3/4), patuhnya KMP Ferry Ile Labalekan terhadap jam sandar di Senin (6/4), memudahkan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur  melaksanakan penyemprotan disifektan dan screening serta pendataan.Dari 362 total penumpang yang terdatakan by name by adress oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penganan Covid-19 Kabupaten Flotim,51 diantaranya adalah pelaku perjalanan dari luar NTT

Dari ke-51 mereka tersebut,50  pelaku perjalanan itu adalah warga Flores Timur yang kembali dan menetap di kampung halamannya. Seorang lainnya melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Lembata.

“Pendataan kita pada setiap pintu masuk Flotim sangat bagus. Kita hanya kewalahan disaat kedatangan KMP Ranaka  kemarin. Semua data orang-orang yang masuk ke Flotim serta hasil screening atas mereka, langsung kita bagikan ke seluruh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada semua tingkatan, hingga ke desa. Mereka langsung terpantau oleh Tim di semua wilayah. Nah untuk hari ini di kedatangan KMP Ferry Ile Labalekan yang bertolak dari pelabuhan Bolok-Kupang dengan tujuan pelabuhan Waibalun-Larantuka ini,terdata ada sebanyak 362 penumpang. Berbeda dengan manifest  kapal yang berjumlah 223 penumpang. Dari ke-362 orang tersebut, 51 terinventarisir adalah pelaku perjalanan dari luar NTT. 50 orang adalah warga Flotim yang kembali dan menetap di Flotim,dan seorangnya melanjutkan perjalanan ke Lembata. Dari hasil screening terhadap semua penumpang itu,aman ! Namun kita teruskan lakukan pemantauan terhadap ke-50 mereka itu.”jelas dokter Ogie Silimalar,sang jubir Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur kepada BaliNewsNetwork.com, Senin (6/4).

Selain memaksimal kerja pemantauan pada setiap poskoh pintu masuk,serta memantau para pelaku perjalanan yang telah menyebar wilayah Flotim,termasuk ke-10 yang berstatus ODP,Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flotim pun terus memaksimalkan pelacakan terhadap eks penumpang KMP Ferry Ranaka yang tiba dan menurunkan penumpang tanpa patuh terhadap protap pencegahan Covid-19 di Jumad(3/4) kemarin.

Walau di posisi Minggu (4/4) pihaknya telah menemukan 91 eks penumpang kapal tersebut, namun sebagaimana yang ditegaskan dokter Ogie Silimalar, pihaknya tetap melaksanakan pelacakan keberadaan eks penumpang kapal Ferry Ranaka itu hingga benar-benar sesuai kenyataan dengan jumlah mereka yang pulang ke Flotim pada saat itu dan dengan menumpang KMP Ferry Ranaka.

“Dimulai dari Jumat 3 April 2020 hingga Minggu 4 April 2020 pukul 20.00 Wita, kami telah menemukan 91 eks penumpang KMP Ranaka yang turun di pelabuhan Waibalun pada hari Jumad (3/4) tersebut. Bersama semua Satuan Gugus Tugas di setiap wilayah, kami masih terus melakukan pelacakan. Kepada warga Flotim yang kemarin pulang dengan menumpang KMP Ferry Ranaka, kami himbau untuk bisa melaporkan keberadaannya kepada Satuan Gugus Tugas pada setiap wilayah.Demi kebaikan bersama kita,tentunya. Lapor agar tim bisa melakukan screening,” ujar dokter Ogie Silimalar sembari menegaskan pihaknya masih terus melacak eks penumpang KMP Ranaka dengan fokus kepada warga Flotim yang tiba dan menetap untuk sekian waktu di Flotim.(Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment