Juru Bicara Satuan Petugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur, dokter Agustinus Ogie Silimalar. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Terhitung dari tanggal terbentuknya di 23 Maret 2020 hingga posisi 30 Maret 2020, Satuan Petugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur telah melakukan skrining terhadap 3510 warga yang masuk ke wilayah Flores Timur melalui pintu Posko Boru (Wulanggitang), Posko Pelabuhan Larantuka, Posko Bandara Gewayan Tanah, Posko Pelabuhan Fery Waibalun, Posko Pelabuhan Waierang, dan Posko Pelabuhan Menanga (Solor Timur).

Dari jumlah tersebut terdata ada 872 pelaku perjalanan yang datang dari daerah terjangkit atau terinfeksi Covid-19. Kepada  mereka (872 pelaku perjalanan), Tim Satgas mengarahkan untuk patuh dan tertib melaksanaka isolasi mandiri .Tim pun rutin melaksanakan pemantauan atau pengawasan kepada mereka diaktivitas isolasi mandiri tersebut.

“Kami memang mengarahkan setiap tim pada semua posko pintu masuk untuk melakukan pendataan by name,by adress dan mendatakan nomor kontak mereka.Per posisi 30 Maret 2020,di Flores Timur ada 872 pelaku perjalanan yang sedang melaksanakan isolasi mandiri dalam pemantauan Tim Satgas Percepatan Penanganan pada semua wilayah. Ke-872 mereka ini, datang dari daerah terjangkit atau terifenksi  Covid-19. Dari jumlah mereka  yang sedang menjalani masa isolasi mandiri tersebut, 5 diantaranya berstatus  ODP. Masing-masing  mereka beralamat di Kecamatan Tanjung Bunga (1), Ile Mandiri (1), Adonara Timur (1), Adonara Tengah (1) dan Solor Barat (1),” jelas Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur, dokter Agustinus Ogie Silimalar kepada BaliNewsNetwork.com ,Selasa (31/3).

Gambaran serupa pun kembali dijelaskan dokter Ogie menambahkan penjelasan Asisten I Setda Flores Timur, Abdul Razak Cakra kepada DPRD Flores Timur dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD Flores Timur, Selasa (31/3).. Dari skema kerja hingga pola mapiing penyebaran para pelaku perjalanan dan tindakan pemantauan serta proptap penangannya pun dibentangkan secara detal oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur tersebut.

Walau dalam keterbatasan fasilitas pendukung, toh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur telah melampaui pekerjaan pada Status Siaga Darurat Bencana. Apa yang selama ini dikerjakan mereka sejak pembentukannya, sudah masuk pada pekerjaan Tanggap Darurat Bencana. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment