Kepala Dinas Kesehatan  (Jubir Satuan  Petugas Percepatan Penanganan Covid-19) Kabupaten Flores Timur ,dokter Agustinus Ogie Silimalar menjelaskan kepada DPRD Flores Timur dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi, Selasa (31/3) tentang kondisi riil penanganan pasca kelembagaan itu terbentuk. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Tim Satuan Gugus Percepatan Penanganan (SGP2) Covid-19  Kabupaten Flores Timur di Senin (30/3) menetapkan  status ODP kepada dua  pelaku perjalanan eks penumpang Kapal Lambelu  usai keduanya menjalani pemeriksaan medis di hari ke tujuh  masa karantina mandiri. Kedua ODP baru itu  berasal dari Kecamatan Solor Barat  (80)  dan Kecamatan Adonara Tengah  (31) .

Juru bicara SGP2 Covid-19 Kabupaten Flores Timur,dokter Agustinus Ogie Silimalar ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com terkait perkembangan  terkini  atas aktivitas pemantauan terhadap keseluruhan Orang Tanpa Gejala (OTG) asal Flotim yang tiba dengan Kapal Lambelu pada Selasa (23/3) silam, membenarkan penetapan dua OPD Baru tersebut.

“Kedua pelaku perjalanan ini tercatat sebagai eks penumpang Kapal Lambelu yang tiba di sini pada Selasa (23/3) kemarin. Yang dari Adonara Tengah pulang dari Malaysia, dan yang dari Solor Barat,sebelumnya menetap di Ambon. Keduanya memperlihatkan gejalah klinis seperti batuk, pilek dan gangguan pernapasan beberapa hari kemudian setelah tiba di kampung halamannya (masa karantina mandiri). Atas temuan Tim di aktivitas pemantauan tersebut, keduanya lalu menjalani pemeriksaan medik. Oknum eks perantau asal Adonara Tengah  bahkan melanjutkan pemeriksaan di RSUD Hendrikus Fernandes, kemarin (Senin, 30/3). Sementara yang dari Solor Barat,menjalani pemeriksaan di Puskesmas Ritaebang. Atas hasil pemeriksaan keduanya itu, kami lalu menaikan statusnya sebagai ODP  Itu berarti jumlah ODP untuk Kabupaten Flores Timur kini menjadi 5 orang. Memang ketika menjalani skrining sewaktu tiba di Pelabuhan Larantuka, keduanya normal-normal saja, tidak memperlihatkan gejala klinis seperti batuk, pilek serta gangguan pernapasan.Suhu tubuh keduannya pun masih pada ambang normal. Khusus oknum pelaku perjalanan dari Solor Barat  ,setelah di cek,ternyata dia memiliki riwayat sakit asma. Biar lebih mawas, keduanya  kita naikan statusnya ke ODP.” jelas dokter Ogie Silimalar.

Dengan penambahan dua ODP baru tersebut maka per posisi Senin (30/3), ODP di Flotim berjumlah  5 orang. Tiga ODP sebelumnya berasal dari Kecamatan Tanjung Bunga, Ile Mandiri dan Adonara Timur. Ketiganya ditetapkan sebagai ODP usai menjalani tahapan skrining ketika turun dari Kapal Lambelu di Selasa (23/3) silam.

Tentang bertambahnya  ODP tersebut pun pun dilaporkan dokter Ogie dalam Forum Rapat kerja Gabungan Komisi DPRD Flotim.Senin 930/3) pukul 15.00 wita. Dokter Ogie yang adalah Kepala  Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur tersebut tak lupa mengajak semua warga Flotim untuk untuk tidak memberi label buruk kepada mereka yang berstatus ODP.

“Mereka baru berstatus Orang Dalam Pemantauan atau ODP itu, belum  sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ! Hingga saat belum ada PDP di Flotim. Dua ODP pertama kita (Ileboleng dan Titehena)  telah selesai menjalani masa karantina dan dinyatakan sehat. Jadi  kepada semua warga Flores Timur, marilah kita jangan takut dan panik terhadap penetapan status ODP ini. Penetapan ODP ini hanyalah bertujuan untuk memaksimalkan  pengawasan atau pemantauan. Aktivitas pemantauan oleh Tim menjadi penuh ! Sekali lagi ini masih sebatas ODP,belum PDP! “tegas  dokter Ogie Silimalar. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment