Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST . Foto: BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork- Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap ‘ketidakjujuran’  data jumlah penumpang yang diberikan pihak pengelolah Kapal kepada Pemkab Flores Timur.

Dalam catatan Bupati Anton Hadjon, sudah dua kali,Tim Satuan Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur dibuat pusing akibat perbedaan manifest penumpang yang diberikan baik oleh Pihak Pelni Cabang Larantuka maupun oleh pihak  ASDP.

“Sudah dua kali hal itu terjadi ! Data jumlah penumpang kapal yang mereka laporkan kepada kami,berbeda dengan kenyataan di lapangan. Jumlah penumpang yang turun melebihi dari manifest yang terlaporkan itu. Ini soal kerja percepatan penanganan virus Corona, jadi harap semua pihak untuk lebih patuh terhadap apa yang telah kami  instruksikan itu, termasuk kebenaran data penumpang. Harus diingat, penumpang yang turun di Pelabuhan Larantuka dan Waibalun,tidak semuanya warga Flotim, namun ada warga yang berasal dari kabupaten lain. Nah, dari manisfeto tersebut, tim yang diterjunkan juga pasti sekian disesuaikan dengan manifest tersebut. Namun ketika kondisinya terbalik, jumlah yang turun ternyata melebihi angka yang dilaporkan,tentunya menghambat pekerjaan. Tindakan pencegahan yang dilakukan disini, tidak sebatas pada penyemprotan disifektan terhadap para penumpang dan barang bawaannya serta pengukuran suhu tubuh para penumpang, namun sampai menghantar  warga asal kabupaten lain (daratan Flores) tersebut pada  wilayah perbatasan Flotim-Sikka. Dan itu kita lakukan tadi pada penumpang Kapal Ferry !”ujar Bupati Anton .

Walau tidak mengingat jumlah pastinya, namun Bupati Anton Hadjon diingatannya atas  sodoran manifets penumpang Kapal Lambelu  pada kedatangannya di Selasa (23/3) itu  berjumlah  600-an. Namun yang terdata oleh tim dilapangan,  membludak hingga angka 700-an. Demikian pun  ketika Kapal Fery yang tiba di Pelabuhan Waibalun pada Senin (30/3), pihak ASDP melaporkan kalau penumpang yang akan turun  tersebut pada hitungan 300-an, namun nyatanya setelah didata tim,  membengkak hingga 600-an penumpang.

“Saya sudah menginstruksikan penutupan sementara  bagi Kapal Pelni serta pengurangan frekuensi pelayaran  bagi Kapal ASDP. Kalau Sikka telah tutup, juga Ende, maka jangan coba-coba masuk di Larantuka! Saya tegaskan itu, jangan coba-coba masuk di Larantuka ! Marilah kita semua patuh dan bersatu dalam kekompakkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Flores Timur ini !” tegasnya. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment