Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon (kiri), dan Wakil Bupati,Agustinus Payong Boli,(kanan ) dalam gelar jumpa pers terkait ketegasan sikap Pemkab Flotim untuk menghindari masuknya virus Corona di Flotim, Selasa (17/3).Foto : BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Mencegah masuknya virus Corona (covid-19) di Kabupaten Flores Timur, Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon pun memperketat urusan perjalanan dinas lingkup Pemerintahan Kabupaten Flores Timur. Kepada semua pimpinan OPD, Bupati Anton Hadjon telah mengingatkan agar urusan penugasan perjalanan dinas keluar daerah Flotim bagi staf pada setiap OPD pun   harus sepengetahuan dirinya !

Tak sekedar menginstruksikan pembatasan tersebut, namun Bupati Anton Hadjon bahkan telah membatalkan beberapa perjalanan dinas pimpinan OPD sebagaimana yang terjadi pada Kadis Pendidikan, Kepemudaan,dan Olahraga, Bernadus Beda Keda yang hendak ke Atambua untuk mengadiri kegiatan rapat koordinasi bidang Kepemudaan dan Olahraga.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Anton Hadjon menjawab pertanyaan BaliNewsNewsNetwork.com terkait ancaman terganggunya urusan penyelenggaraan Pemkab Flotim akibat ketegasan pembatasan bahkan penutupan sejumlah wilayah dari kunjungan luar oleh beberapa Pemrop maupun Pemkab/Pemkot di Indonesia  untuk mengempang masuknya virus Corona tersebut.

“Memang beberapa wilayah, diantaranya DKI Jakarta  telah memperketat akses luar untuk masuk ke sana.Terganggukah urusan Pemerintahan Flores Timur ? Dalam kaitan dengan urusan koordinasi ala  Pemerintah, kita tidak bisa hindari kota itu, namun kitapun harus selektif dengan melihat urgensitas kegiatan koordinasi itu. Kalau ada cara lain untuk kita berkoordinasi, maka gunakan cara lain itu, tanpa harus ke sana. Hari ini saya membatalkan perjalanan dinas kepada Kadis PKO Flotim yang hendak menghadiri kegiatan bidang Kepemudaan dan Olahraga di Kabupaten Atambua. Ya kita tau bersama kalau Atambua adalah salah satu kabpaten yang dekat dengan negara Timor Leste. Saya bahkan telah mengingatkan seluruh pimpinan OPD untuk tidak boleh menugaskan terhadap staf keluar daerah tanpa seijin Bupati ! Kita harus selektif, dan pilihan sehatnya harus seperti itu ! Kita harus menghindari masuknya virus ini ke wilayah kita. Dan bagi yang telah kembali dari melaksanakan perjalanan dinas dari luar Flotim,harap tau dan memastikan dirinya aman sesuai batasan waktu karantina diri   (14 hari) .” ujar Bupati Anton Hadjon seraya menegaskan kembali ketegasan Pemkab Flotim yang tersebutkan dalam Surat Edaran Bupati Flores Timur Nomor : PEM. 130. /25 /PEM.UMUM /2020,tanggal 17 Maret 2020 itu.

Selain memperketat urusan perjalanan dinas  tersebut, Bupati Anton Hadjon pun telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Flotim untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar segera mengadakan peralatan pendektesian terhadap gerakan atau arus  keluar -masuk orang di wilayah Flores Timur. Pemkab Flotim pun sedang membangun koordinasi dengan Pemerintah Propinsi NTT dan Pemerintah Pusat untuk membantu peralatan lainnya.

“Flotim sangat terbuka. Akses keluar masuk orang ke wilayah Flotim sangat terbuka baik dari jalur darat, udara maupun laut. Kita punya banyak pelabuhan dan dermaga. Demikian pun di jalur darat. Olehnya kita harus lakukan pengawasan, dan saya telah perintahkan BPBD dan Dinkes Flotim untuk segera mendatangkan peralatan scaner yang akan ditempatkan pada titik-titik atau sentral keluar masuk manusia ke wilayah ini. Demikianpun peralatan perlindungan diri lainnya, selain mengajak semua warga Flotim untuk senantiasa membiasakan diri dengan pola hidup sehat.” tandas Bupati Anton Hadjon.*(Emnir) .

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment