Kepala Desa Mudakeputu Yohanes Purin Wekin. Foto: BNN: Emnir.

Ile Mandiri/BaliNewsNetwork-Paket kegiatan pengadaan dan pemasangan pipa air minum bersih di Desa Mudakeputu, Kecamatan Ile Mandiri TA 2017, tidak membawa berkat bagi masyarkat di desa tersebut. Walau terpasang apik dari mata air  Wai Kebo (Lewolaha) hingga dalam desa, toh pipa distribusi yang terbeli  dan terpasang atas pembiayaan Dana Desa di Tahun 2017  tersebut hingga kini hanya mengalirkan angin. Dan warga pun terpaksa harus menguras isi dompet untuk beli air!

Kondisi tersebut memunculkan aneka penilaian miring yang dialamatkan  kepada barisan Pemerintah Desa, BPD maupun Tim Pengelolah Kegiatan (TPK). Dugaan konspirasi dalam merubah merk pipa yang berdampak pada mark up serta dugaan pembagian uang sisa pekerjan tersebut diantara mereka, pun terhembuskan deras hingga ke insan media.

“Pembelanjaan pipa tersebut dilakukan oleh aparat desa.Merk pipa yang direncanakan,bukan seperti yang terpasang ini. Mereka membeli pipa dengan harga yang murah, tidak sesuai jenis pipa dalam perencanaan itu. Anehnya ketika ada pemeriksaan dari Tim Irda, pipa-pipa tersebut sempat disembunyikan dalam kebun penduduk. Bahkan ada informasi pula kalau sisa dana kegiatan itu dikondisikan dibagi-bagikan diantara mereka. Ada anggota BPD yang menolak menerima pembagian tersebut.” beber beberapa warga sembari memohon agar identitasnya dirahasiakan.

Ditemui di Kantor Desa Mudakeputu, Rabu (11/3) Kepala Desa Mudakeputu, Yohanes Purin Wekin pun mengakui akan derasnya penilaian mubasir , yang tidak saja terhembuskan,  namun juga rutin terbahaskan oleh warga desanyaa,walau pihaknya telah berkali-kali menjelaskan persoalan itu kepada warganya.

“Persolan mubasir sebagaimana yang terhembuskan hingga sampai ke teman-teman wartawan itu memang ramai dibicarakan oleh warga di desa ini, walau sudah berkali-kali kami menjelaskan itu kepada masyarakat. Persoalannya air yang tidak masuk ke kampung ini  bukan terletak pada jaringan distribusi (pipa) itu, namun lebih kepada faktor non teknis, yaitu penyumbatan mulut pipa pada kaptering di titik mata air oleh oknum pemilik ulayat mata air tersebut. Kalau soal sarana prasarana, semuanya diadakan, dan terpasang dengan baik. Pekerjaannya rampung,100 persen. Memang benar kami menggantikan merk pipa, tidak sebagaimana perencanaan awal karena ketika survey harga, ternyata harga merk pipa Spindo mengalami kenaikan harga.Kalau beli, maka pasti tidak cukup.Kami lalu menyelenggarakan rapat dan melakukan perubahan item pembelanjaan itu (merk pipa) beserta nilainya, dan menuangkannya dalam Berita Acara Perubahan. Rapat Perubahan itu melibatkan Pemdes,BPD dan TPK. Dan pekerjaannya rampung. Bahkan sudah berkali-kali kami jelaskan itu kepada masyarakat kami.”tandas Kades Yohanes Purin Wekin.

Terkait upaya membebaskan warganya dari kesulitan air itu , Yohanes P. W yang terpilih untuk kedua kalinya di Pilkades 2019 silam itu mengaku telah menempatkan upaya penyelesaian persoalan air itu sebagai prioritas terpenting. Selain akan menyambungkan pipa distribusi dari titik sumur bor bantuan Pemprov NTT masuk ke kampung mereka, pihaknya pun dalam waktu dekat akan melakukan pendekatan dengan pihak pemilik ulayat Wai Kebo  dan meminta mereka untuk membuka penyumbat air di kaptering yang menghubungkan desanya tersebut.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Flores Timur asal Daerah Pemilihan Flotim 2, Lambertus Nuho Baon yang dikonfirmasi di kediamannya pun berharap agar pihak Pemdes Mudakeputu lebih intens melakukan pendekatan solutif . Melalui pendekatan budaya dalam semangat persaudaraan, Ben Baon merindukan agar kearifan lokal yang sudah diturunkan nenek moyang Keba Baipito kepada generasi penerus, harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Lewohala dan Mudakeputu adalah Kaka Beradik dalam sejarah Ilemandiri. Kekentalan kekerabatan yang sudah terwariskan nenek moyang kita  ini kiranya kita pupuk dan apa yang sudah terwariskan itu mari kita pelihara secara bersama-sama untuk membangun kehidupan kita dan membangun Lewotanah kita.”pinta Ben Baon. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment