Kondisi mandeknya lalulintas pada ruas jalan di hamparan Otan, Kecamatan Solor Barat, (Flores Timur) Senin (9/3). Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Sudah seminggu pergerakan lalulintas pada ruas jalan propinsi di wilayah Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, terganggu akibat palangan sebatang Pohon Reo yang tumbang  menutup ruas jalan di hamparan Otan. Hingga Senin (9/3), belum juga  terlihat aktivitas evakuasi rintangan itu. Untuk melanjutkan perjalanan, pengendara kendaraan, baik roda dua dan roda empat, terpaksa melintasi perkebunan warga.

“Memang sudah seminggu pohon ini tumbang dan menutup ruas jalan utama ini. Kami sendiri heran, kenapa belum juga dibersihkan. Ini ruas jalan utama yang menghubungkan sekian banyak desa, dan pasti macetnya disini bila semua kendaraan bertemu di titik ini. Apalagi kalau hujan, jalan alternatif yang dipilih pasti berlumpur, dan otomatis menimbulkan antrian panjang lantaran roda kendaraannya tertanam. Aktivitas warga pastinya terhambat.”ujar LQ,seorang penumpang truk angkutan pedesaan rute Tanalein-Pamakayo (Senin,9/3) sembari menyaksikan sopir truk Tanalein membebaskan roda kendaraannya dari jeratan tertanam itu.

Lantas siapakah yang bertanggungjawab mengevakuasi rintangan itu? Tak sulit sebenarnya untuk melakukan evakuasi rintangan itu, bila ada kepedulian, demikian LQ menjawab pengkonfirmasian BaliNewsNetWork.com.

“Dari pada mereka harus sengsara dengan mencari jalan alternatif, baik para sopir dan pengendaraa kendaraan roda dua, bisa patungan untuk mengurus rintangan itu. Toh merekalah yang rutin melewati ruas jalan itu. Patungan saja, tinggal sewa tukang sensor dan membersihkan rintangan itu. Urusannya gampang saja, dari pada semuanya  harus menunggu dan menonton dengan keluh kesah yang tak bersolusi. Ya untuk melancarkan itu, tentunya perlu ada kepekaan atau rasa peduli itu dari pihak pemerintah, baik pihak Pemerintah Kecamatan Solor Barat, maupun Pemerintah Desa di wilayah sekitarnya. Gampang saja sebenarnya membangun koordinasi itu. Masa semuanya hanya menonton jo ?” ungkap LQ menyesalkan hilangnya kepedulian itu.*(Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment