Situasi menjelang evakuasi korban. Foto: BNN/doc.bn/Emnir.

Adonara/BaliNewsNetwork-Enam (6) warga Desa Sandosi tewas dalam pertikaian perebutan lahan di hamparan Wuluwata, Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur-NTT, Kamis (5/3) sekitar pukul 10.30 wita. Satu (1) diantaranya berhasil meloloskan diri dalam pertikaian tersebut, dengan luka pada areal wajahnya.

Informasi yang dihimpun BaliNewsNetwork.com, dari ke-6 korban tewas tersebut,4 diantaranya berasal dari wilayah Sandosi I, termasuk satu korban yang berhasil menyelamatkan dirinya itu. Sedangkan dua (2 ) korban tewas lainnya berasal dari wilayah Sandosi II.

“Kami sendiri kaget dan baru tau tentang kejadian itu ketika ada warga yang bertemu dengan korban yang berhasil menyelamatkan diri itu. Lokasi kejadiannya memang jauh dari perkampungan kami. Persoalannya memang terpicu dari saling klaim kepemilikan lahan di lokasi Wuluwata itu. Persoalan itu memang sudah lama terjadi, namun itu urusan kedua suku tersebut. Sedangkan bagaimana riwayat hingga mereka saling bertikai pagi-siang tadi, kami sendiri tidak tau.”ungkap beberapa warga Desa Sandosi ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com melalui sambungan seluler, pukul 16.00 Wita.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli ketika dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut melalui saluran WhatsAppnya, membenarkan peristiwa tersebut. Dirinya bahkan langsung mengintruksikan pihak Pemerintah Desa Sandosi untuk menetramkan warganya, segerasetelah  dirinya menerima kabar tentang kejadian itu.

“Saya langsung berkoordinasi dengan Pemdes Sandosi untuk menghimbau warga suku-suku lainnya agar tidak terprovokasi dengan perisitiwa tersebut. Demikianpun halnya kepada warga kedua suku yang bertikai itu untuk saling menahan diri ! Saya juga menghubungi para Camat sedaratan Adonara dan Kepala Desa lainnya di pulau Adonara untuk menghimbau kepada warganya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan perisitiwa tersebut. Kepada Satuan Keamanan, baik Polri dan TNI, saya pun telah berkoordinasi dan meminta  melakukan pengawalan ketat di dalam desa tersebut. Kepada semua warga Desa Sandosi ,baik yang sedang beada di desa itu  maupun yang berdomisili di luar desa, dan warga Flotim lainnya, saya minta untuk tenang, dan mendoakan para korban.  Hindari pernyataan–pernyatan provokatif baik dalam penuturan langsung maupun  di medsos,” pinta Wabup Agus Boli. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment