Pergerakan barisan honorer RSUD Larantuka menuju Ruangan Diklat untuk mendengarkan hasil pertemuan antara Tiga Perwakilan mereka bersama pihak Managemen RSUD, Selasa (3/3). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Tak puas dengan penuruan gaji mereka, barisan honorer pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hendrikus Fernandez Larantuka di Selasa (3/3) pukul 09.00 wita melakukan aksi protes kepada pihak Managemen RSUD Larantuka. Buntut dari aksi protes mereka tersebut, seluruh pelayanan pada sejumlah ruangan pelayanan pada RSUD itu hanya dilakukan oleh tenaga medis PNS.

Konsentrasi mereka pada perjuangan akan hak mereka itu pun sempat membuat kewalahan pelayanan pada sejumlah ruangan. Terdengar dari  ponsel beberapa honorer, permintaan Kepala Ruangan yang meminta mereka untuk mengirimkan dua tenaga honorer ke unit mereka untuk membantu pelayanan medis yang sedang dilaksanakan  oleh dokter pada ruangan mereka. Permintaan tersebut pun tidak diindahkan mereka.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, walau pihak managemen RSUD Larantuka hanya menerima tiga perwakilan atau utusan mereka, namun honorer yang tergabung dari barisan bidan, perawat, tenaga radiologi, dan fisioterapi tersebut berbondong-bondong memadati areal  perkantoran, tempat berlangsungnya pertemuan antara pihak Managemen dan perwakilan mereka itu.

Usai pertemuan tersebut, mereka pun bergerak menuju ruangan Diklat untuk mendengarkan pemaparan hasil pertemuan dari ketiga utusan mereka itu.

“Poin pentingnya adalah, kami bertiga menyampaikan pernyataan sikap kita bahwa semua kita menolak penurunan gaji sebagaimana yang disampaikan pihak managemen. Kami ajukan protes, bagaimana mungkin  gaji kita diturunkan ke Rp 1.150.000, sedangkan di awal Januari 2020 kemarin kita telah menandatangani kontrak dengan gaji Rp 1.600.000  dan Rp 1.800.000 (sesuai strata pendidikan).Namun pihak managemen beralasan perubahan gaji itu disesuaikan berdasarkan Perbup Nomor 25 Tahun 2019  yang oleh mereka dijelaskan telah terbit dan berlaku sejak Juni 2019 !  Nah, kami pun balik bertanya, lantas kontrak yang semua kita tandatangani pada Januari 2020 itu atas dasar Perbup tersebut atau atas dasar DPA RSUD ? Mereka menjawab kalau itu berdasarkan DPA Rumah Sakit. Lantas kenapa harus diturunkan ke Rp 1.150.000 ? Bahkan, karena penuruan tersebut adalah atas dasar  Perbup sebagaimana yang disampaikan mereka, kami minta agar pihak managemen menemani kita untuk bertemu langsung dengan Bupati .Permintaan itu tidak diluluskan mereka  dan berjanji siap meneruskan pernyataan sikap kita itu, langsung setelah ini.” papar ketiga perwakilan barisan honorer tersebut.

Pemaparan hasil pertemuan tersebut pun berhiaskan aksi protes 70-an tenaga honorer yang memadati ruangan Diklat RSUD Hendrikus Fernandez  tersebut. Sembari memacu kekompakan mereka, komitmen yang tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap mereka itu pun kembali dibacakan.

Usai menyerahkan ketegasan sikap mereka itu kepada pihak managemen RSUD Hendrikuz, barisan honorer  itu pun langsung  bergerak menuju Gedung DPRD Flotim dan melantangkan kekecewaan mereka itu sekaligus meminta barisan wakil rakyat Flotim  untuk  membatalkan penurunan gaji mereka tersebut. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment