Wilhelmus Woka Dewa Melur, Ketua Pokmaswas Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan sedang memberikan materi kepada Perwakilan OSIS SMAN I Solor Selatan  dalam Kelas Wisata Bahari yang diselenggarakan Misool Baseftin Flores Timur , Sabtu (29/2). Foto: BNN/EMnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Untuk meluaskan pengenalan  warga Solor, terutama warga di wilayah Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur-NTT  akan potensi pariwisata bahari yang tersembul di perairan Desa Sulengwaseng, Tim Misool Baseftin Flores Timur di Sabtu (19/2),  menyelenggarakan Kelas Wisata Bahari bersama perwakilan siswa/siswi SMA Negeri I  Solor Selatan di pantai Jalur Gaza Desa Sulengwaseng.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, baik Pendamping Pokmaswas Misool Baseftin Flores Timur, Edi Topan maupun Ketua Pokmaswas Jalur Gaza Desa Sulengwaseng, Wilhelmus Woka Dewa Melur, nampak bersemangat menularkan sejumlah materi yang berkaitan dengan perairan desa Sulengwaseng  dan isinya, yang memiliki kekayaan pariwisata tersebut kepada 15 perwakilan OSIS SMAN I Solor Selatan itu.

“Selain memperkenalkan aktivitas Pokmasmas di Desa ini selama ini, serta melatih mereka untuk mengembangkan potensi pariwisata bahari disini, kegiatan ini pun bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar SMAN I Solor Selatan , agar mereka pun mengenal bahwa di perairan Solor Selatan memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat menjanjikan. Pantainya bagus dan di perairan tersebut hiduplah beberapa jenis Mega Fauna yang dilindungi oleh negara, seperti Penyu dan Hiu Paus. Bahkan di pantai desa Sulengwaseng, tepatnya di lokasi yang diberi nama Jalur Gaza ini, telah dilakukan penangkaran Telur Penyu oleh Pokmaswas yang diketuai Bapak Mus Melur sejak Tahun 2018. Beliau bersama istrinya berjuang sungguh untuk mencari, menemukan telur penyu dan memindahkannya ke penangkaran, dan menjaga (mengawas ) hingga menetas. Dan setelah menetas, semua anak tukik itu pun kembali dilepaskan ke laut.” urai Edi Topan.

Setelah menularkan materi tentang Lingkungan Laut dan Alam Sekitarnya serta potensi laut seperti Mega Fauna : Penyu, Hiu Paus, Pari Manta, serta menjelaskan habitat dan siklus hidup mereka, Tim Misool Baseftin bersama anggota Pokmaswas Jalur Gaza  Desa Sulengwaseng bersama rombongan Nobertus Kesale Huler tersebut melakukan pembersihan pantai.

Dari usaha penangkaran telur penyu oleh Pokmaswas Desa Sulengwaseng itu, terhitung sejak Tahun 2018 hingga awal Tahun 2020, sebanyak 1.025 ekor tukik hasil tetasan dari penangkaran itu  telah dilepaskan ke laut di perairan desa tersebut. Sementara itu pada kategori Penyu Dewasa, ada 21 ekor yang berhasil diselamatkan mereka dan dilepaskan ke laut. Acara pelepasan pun selalu dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Solor Selatan bersama pihak Pemerintah Desa dan BPD Sulengwaseng. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment