Dwi Hadi Irwan terdakwa yang ditangkap membawa ekstasi.Foto:BNN/pro

Denpasar-BaliNewsNetwork.com | Meski hukuman yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpin I Wayan Kawisada terbilang cukup ringan, tapi tetap membuat Dwi Hadi Irawan yang diadili karena kasus narkoba sepeti tidak terima.

Buktinya dengan wajah memelas dengan seperti terpaksa pria yang tinggal di Jalan Pulau Misol I No 5 Denpasar itu mengatakan menerima putusan hakim yang dibacakan di muka sidang, Senin (10/2/2020).

Majelis hakim dalam amar putusannya mengatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Arya Lanang Raharja yang menyertakan terdakwa terbukti tanpa hak atau melawan menyalahgunakan narkotika bagi dirinya sendiri.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.”Menghukum terdakwa oleh karena dengan pidana penjara selama 2 tahun potong masa tahanan,” demikian vonis hakim yang dibacakan di muka sidang.

Vonis ini lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa. Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa Kejari Denpasar itu menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun. Atas putusan itu, jaksa pun menyatakan pikir-pikir.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 19 September 2019 di Jalan Bulu Indah Utara atau tepatnya di depan Parkiran Circle K sekira pukul 21.15 WITA.  Berawal saat terdakwa menghubungi temannya yang bernama Muhamad Adi Guna untuk memesan sabu.

Setelah itu keduanya pun sepakat untuk bertemu di Jalan Bulu Indah. Namun sebelum berangkat, terdakwa sempat mengantongi 3 butir ekstasi yang menurut terdakwa sebelumnya terdakwa dapatkan di kamar Muhamad Adi Guna.

Saat tiba di Jalan Bulu Indah, terdakwa ditangkap polis. Polisi pun mengamankan 3 butir ekstasi dari dalam saku celana terdakwa. “Kemudian polisi melakukan penggeledahan di dalam kamar kost terdakwa dan kembali menemukan 2 butir ekstasi,” terang jaksa dalam dakwaannya.

Karena tidak memiliki izin atak kepelikan barang haram terebut, terdakwa pun akhirnya digiring ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment