Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus P.Boli bersama Plt kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Anton Wukak Sogen  melakukan penyemprotan hama ulat Grayak di lahan perkebunan jagung Desa Kalelu-Solor Barat,Kamis (6/2). Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur  masih terus melakukan pengendalian serangan hama ulat Grayak. Dari 4.585 lahan tanaman jagung yang digerayang ulat Grayak tersebut , berdasarkan data sementara per 6 Pebruari 2020, tim pimpinan Ir.Anton Wukak Sogen tersebut baru berhasil mengendalikan 534 ha. Masih menyisakan 2.504 ha yang sedang dalam penguasaan hama Ulat Grayak .  Intensitas pengendalian terhadap serangan hama ulat Grayak pun semakin ditingkatkan pasca Bupati Flores Timur menenetapkan serangan hama itu sebagai KLB !

Mengidentifikasi ulat Grayak

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli ketika memantau aktivitas pengendalian hama Grayak tersebut di perkebunan Desa Kalelu, Solor Barat, Kamis (6/2) langsung menyemangati barisan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk terus melakukan pengendalian hingga hama tersebut benar-benar hilang.

Dirinya bahkan sempat melakukan pertemuan secara khusus dengan barisan Penyuluh Pertanian Kecamatan Solor Barat, Solor Selatan, dan Solor Timur dan meminta mereka untuk berkonsentrasi penuh melakukan pengendalian hama ulat Grayak yang sedang melumat tanaman jagung milik petani pada hamparan pertanian Otan,Solor Barat.

“Saya minta teman-teman penyuluh semuanya untuk membantu melakukan pengendalian di perkebunan  Otan. Saya bersama rombongan tadi sudah lihat, dan menurut penjelasan teknis baik dari Plt.Kadis Pertanian  dan Ketahanan Pangan serta  Peneliti dari Undana tadi, peluang tersebarnya sangat itnggi. Oleh karena itu, saya minta teman-teman untuk mulai besok  berkonsentrasi pada hamparan Otan. Tidak boleh lalai.  Lalai sedikit saja, maka petani kita akan susah dalam setahun, apalagi petani di Solor, tanamnya hanya sekali dalam setahun. Jadi harus lebih bersemangat ,dan jangan sekali-kali lalai. Ada kesulitan lapangan, sampaikan ! Konsentrasikan pengendalian di hamparan Otan itu agar serangan ulat Grayak itu jangan sampai melebar ke puluhan hektar di sebelahnya ! “ pinta Wabup Agus Boli dengan tegas !

Selain meneguhkan para petani,Wabup Agus Boli yang didampingi Plt.Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir.Anton Wukak dan rombongan Peneliti dari Undana serta Kabag Ekonomi ,Yulianus Witak,  pun mengingatkan para Camat dan Pemerintah Desa untuk senantiasa bersama para penyuluh intens melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman para petani dan wajib memberikan laporan.

Wabup Agus tak bisa mengelak dengan apa yang dilihatnya di Pulau Solor itu. Banyak tanaman jagung yang selain terserang hama ulat Grayak, telah sangat layu dan berpeluang besar pada fase layu permanen kalau hujan tidak segera menyirami wilayah itu pada hari-hari mendatang. Itu berarti ancaman gagal panen yang berdampak pada rawan pangan pun pasti terjadi !

Wabup pimpin doa

Terenyuh dengan nasib para petani di Solor, khususnya di desa Kalelu itu, Agus Boli pun langsung mengajak semua komponen untuk melakukan yang terbaik bagi penyelamatan tanaman pertanian yang sedang layu dan terserang hama ini, baik secara adat istiadat maupun dalam  terang iman (agama). Agus Boli bahkan langsung  mengajak  rombongannya untuk berdoa.

Usai dirinya memimpin doa minta hujan dan minta Tuhan membebaskan kemelut yang sedang dihadapi para petani Flores Timur, Wabup Agus Boli bersama  Anton Wukak Sogen melakukan penyemprotan hama ulat Grayak pada lahan jagung yang dikunjunginya itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment