Tim Dinas Kesehatan Flores Timur sedang melaksanakan Fogging di desa Kalelu,-Solor Barat, setelah diketahui seorang warga di desa tersebut positip DBD. Jumad (7/2). Foto : BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- Untuk menghentikan penularan penyakit Demam Berdarah di desa Kalelu, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur pasca IK, seorang balita berusia 2,7 tahun dinyatakan positip mengidap DBD oleh pihak RSUD Hendrikus Fernandez-Larantuka, Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur pun menurunkan timnya ke desa yang sedang di kepalai Wilem Ena itu untuk melaksanakan fogging, Jumad  (7/2)

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, dengan didampingi tim puskesmas Ritaebang, dan Kepala Desa Wilem Ena, tim Dinkes yang beranggotakan Ferdinadus Mada, Ansel dan Hendrik, mengawali aksi pemberantasan sarang nyamuk tersebut pada rumah warga yang positip DBD itu, dan melanjutkannya ke seluruh rumah warga pada desa itu.

Dengan menggunakan dua mesin fogging, seluruh hunian termasuk tempat-tempat yang berpotensi menjadi hunian nyamuk pun dilibas tim dari bidang Kemas, dan Bidang P2P Dinkes Flotim tersebut. Kepala Desa Kalelu, Wilem Ena tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada pihak Dinkes Flotim dan pihak Puskesmas Ritaebang atas kesigapan membantu warga di desanya itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah mendapat kabar tentang penetapan status positip DBD terhadap pasien rujukan puskesmas Ritaebang ,IK itu (Rabu,5/2,malam), Kepala Puskesmas Riatebang, Darius Sabon Ama pun memimpin langsung kegiatan pelacakan atau penyelidikan di desa asal pasien tersebut  keesokan harinya, Kamis (6/2).

Dari penyisiran tim Darius Sabon Ama tersebut, mereka menemukan 10 warga yang didominasi balita, sedang  dalam kondisi demam-menggigil. Karena secara klinis memperlihatkan tanda-tanda DBD, Darius Sabon Ama langsung memboyong ke-10 warga desa Kalelu itu ke Puskesmas Ritaebang dengan menggunakan kendaraan truk.

Setelah menjalani observasi dan perawatan di ruang rawat inap Puskesmas yang sedang dipimpin Darius tersebut, dokter Adrianus Hongi Rau merekomendasikan tiga diantara ke-10 pasien tersebut untuk dirujuk ke RSUD Larantuka pada Jumad (7/2).  Keputusan merujuk ke-3 pasien tersebut sebagaimana penjelasan dokter Adrianus Hongi,dikarenakan secara klinis, ketiganya lebih memperlihatkan kekhasan DBD.

“Untuk mengetahui seseorang terkena DBD, memang harus memalui pemeriksaan penunjang, sedangkan  kami tidak memiliki peralatan itu. Karena ketiganya secara klinis lebih memperlihatkan kekhasan DBD, maka saya merekomendasikan untuk rujuk ke RSUD Larantuka. Sementara yang lainnya kita rawat di sini,” jelas dokter Adrianus Hongi.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment