Terdakwa Rivardus yang bajak email notaris dan gasak uang bule ratusan juta. Foto: BNN/pro


Denpasar/BaliNewsNetwor
k-Perbuatan pria yang beralamat di
Jalan Lingkungan III RT/RW 009/009 Kali Deres Jakarta Barat bernama Ricardus memang benar-benar luar biasa. Bagaimana tidak, pria yang hanya tamatan SMA itu dengan mudah meretas atau membajak email milik seorang notaris bernama Eddy Nyoman Winarta. 

Akibat perbuatannya membajak email milik seorang notatis itu, dia berhasil menggasak uang milik Fredreric Louis Andre Etasse yang merupakan warga negara asing sebesar Rp 200 juta lebih. Tak hanya itu, bahkan masih ada korban lain yang juga berhasil kelabui Ricardus dengan modus yang sama hingga Rp 1 miliar.

Akibat perbuatannya itu, Ricardus harus diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (14/1/2020) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sidang yang dipimpin hakim I Gede Rumega itu mengagendakan pembacaan dakwaan sekaligus mendengarkan keterangan beberapa saksi. 

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya terungkap, kasus ini berawal saat saksi korban mengirim email kepada saksi notaris Eddy Nyoman Winarta dengan alamat eddywinarta@yahoo.co.id dengan maksud meminta nomor rekening milik saksi yang nantinya oleh korban dikirim uang untuk pembayaran sewa tanah di kawasan Sanur. 

“Tanpa sepengetahuan korban ternyata alamat email eddywinarta@yahoo.co.id sudah tidak digunakan lagi oleh saksi notaris dan sudah diganti dengan alamat email yang baru eddynyoman.wn@gmail.com,” ujar jaksa Kejati Bali itu dalam surat dakwaannya yang cibacakan di muka sidang. 

Lalu tanpa sepengetahuan korban dan juga saksi notatis, ternyata alamat email eddywinarta@yahoo.co.id dibajak olah terdakwa yang kemudian membalas email korban dengan menitikan nomor rekening BCA atas nama terdakwa. 

Tanpa curiga, korban pun mengirim uang pembayaran sewa tanah ke rekening yang dikirim terdakwa melalui alamat email eddywinarta@yahoo.co.id sebesar Rp 204.900.000. “Korban juga mengirim bukti transfer melali email ke alamat eddywinarta@yahoo.co.id ,” ungkap JPU. 

Singkat cerita, setelah melakukan pembayaran sewa tanah melalui transfer tersebut berhasil, saksi korban menghubungi kontor notaris Eddy Nyoman Winarta. Namun oleh pihak notaris dijawab bahwa pihaknya tidak pernah menerima pembayaran apapun dari korban. 

“Pihak notaris juga mengatakan bahwa email dengan alamat eddywinarta@yahoo.co.id sudah tidak digunakan lagi karena sudah diganti dengan alamat email yang lain,” ungkap Jaksa Eddy Artha. Atas hal itu, korban yang mereka ditipu oleh terdakwa langsung melaporkan kasus ini ke polisi. 

Terdakwa pun akhirnya berhasil ditangkap tim Reskrimsus Polda Bali pada tanggal 21 Agustus 2019. Jaksa Eddy Artha usai sidang mengatakan, dengan modus yang sama, terdakwa juga berhasil mengelabui korban lain hingga Rp 1 miliar.” Namun untuk yang ini kasusnya masih belum dilimpahkan oleh tim penyidik kepolisian,” tegas jaksa Eddy Artha. 

Atas perbuatannya, terdakwa pun dijerat dengan Pasal 82, 85, UU No 3 tahun 2011 tentang transfer dana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 28 ayat (1) UU ITE jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment